
Festival Lampion Yogyakarta berakhir dengan tragedi hujan api. (tiktok @thaluaa)
JawaPos.com - Festival Lampion Yogyakarta berakhir dengan sejumlah kejadian tak terduga yang netizen sebut malah jadi "hujan api" pada Sabtu (25/10) lalu. Pasalnya, beberapa lampion gagal mengudara dan malah menimpa pohon hingga dagangan UMKM di Pantai Goa Cemara.
Tragedi itu terekam kamera netizen dan mengunggahnya di TikTok. Tampak lampion yang gagal terbang itu ada yang malah jatuh di emperan tempat wisatawan duduk hingga membakar alas yang terbuat dari plastik tersebut.
Kemudian ada juga lampion yang jatuh di dekat motor yang tengah terparkir. Warga yang melihat langsung terbirit-birit mencoba mengamankan lampion tersebut.
Parahnya, beberapa lampion juga terekam menyangkut di pohon-pohon cemara pantai yang ada di kawasan Bantul tersebut. Terlihat api sempat menyala di sela-selanya.
Terakhir, nyala api lampion bahkan jatuh di dagangan UMKM warga sekitar. Mereka tampak langsung menutup payung dan mengibaskan api lampion tersebut.
"First time experiencing hujan api di #jogja," tulis akun TikTok @thalua, dikutip Senin (27/10).
Namun begitu, dilihat dari akun Instagram resmi Festival Lampion Yogyakarta, event tahunan itu tampaknya seolah berjalan lancar tanpa kendala. Belum ada keterangan lebih lanjut dari penyelenggara acara.
Sebelumnya, Festival Lampion Terbang Jogja “Lanterne Festival de Paris” yang digelar Sabtu (25/10), diharapkan dapat mendongrak pendapatan asli daerah (PAD) di Bantul.
Kepala Seksi Promosi dan Pelayanan Informasi di Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul Markus Purnomo Adi mengharapkan ada tambahan PAD bagi Bantul dengan festival yang diselenggarakan yang akan dibuka dari pukul 15.00 sampai penerbangan pukul 22.30.
“Selain itu, bisa meramaikan pansela Bantul, pemasukan bagi pengelola, dan bertambahnya omzet pelaku UMKM,” jelasnya saat dihubungi Radar Jogja (Jawa Pos Grup), Selasa (21/10).
Ia mengatakan sebelumnya Festival Lampion ini diadakan di wilayah Parangtritis. Namun khusus tahun ini lokasi festival berada di Pantai Goa Cemara.
Kepala Dispar Bantul Saryadi mengatakan, pemindahan lokasi festival ini dikarenakan kegiatan festival di kawasan Gumuk Pasir sudah tidak bersinergi dengan program restorasi gumuk pasir.
“Kita mengurangi kegiatan-kegiatan yang merusak atau menghambat pulihnya Gumuk Pasir, kita alihkan ke tempat lain,” katanya.
Setelah melakukan pengamatan di beberapa lokasi yang ada, Pantai Goa Cemara dipandang memiliki area luas yang cukup memadai dan suasana yang mendukung penerbangan lampion

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
