
Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) turut serta dalam panen raya jagung di Ngawi, Jatim. (Tim Media Ibas)
JawaPos.com - Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) turut serta dalam panen raya jagung di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur (Jatim) pada Rabu (15/10). Ibas menyebut, hasil panen petani jagung di desa tersebut kini sudah menjadi produk ekspor.
Informasi tersebut disampaikan oleh Ibas melalui keterangan resmi pada Kamis (16/10). Dia menyatakan bahwa petani jagung di Desa Bringin sudah berkontribusi besar dalam ikhtiar mewujudkan ketahanan pangan nasional. Karena itu, Ibas mengapresiasi kerja keras para petani jagung di desa tersebut.
”Ini bukti kerja keras para petani jagung kita di Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi. Tentu saya senang dan bangga. Sebuah prestasi yang harus kita pertahankan, tingkatkan, dan lanjutkan agar panen-panen berikutnya tetap terjaga untuk mendukung program pemerintahan Presiden Prabowo dalam kemandirian pangan,” ungkap Ibas.
Pejabat yang juga ketua Fraksi Partai Demokrat itu memotivasi para petani jagung di Desa Bringin agar hasil panen mereka semakin baik. Menurut Ibas, swasembada jagung sebagai salah satu target pemerintah harus didukung dan diwujudkan melalui ikhtiar bersama-sama.
”Mari kita dukung swasembada jagung dan padi secara berkelanjutan,” kata dia.
Politisi dari Daerah Pemilihan Jatim VII itu mengaku sempat berbincang santai dengan petani dan masyarakat di Ngawi mengenai hasil panen tersebut. Masyarakat setempat berharap besar produksi jagung Desa Bringin tidak hanya menjadi kebanggaan lokal, melainkan juga berpotensi besar secara nasional.
”Ada yang kecil, ada yang besar, tapi jagung kita sudah bisa ekspor, Insya Allah. Target kita 16 juta ton lebih,” ucap Ibas.
Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa petani di Desa Bringin memproduksi jagung berwarna kuning. Sebagian besar hasil produksi jagung tersebut dipakai untuk pakan unggas ayam petelur negeri. Informasi yang diterima oleh Ibas menyebutkan bahwa petani jagung di desa tersebut mampu panen hingga tiga kali dalam setahun.
”Ini adalah panen kecil dari panen raya. Kalau dapur-dapur kita terus hidup dan berkembang di Ngawi, berarti banyak yang seperti ini,” ujarnya.
Ibas pun menyatakan bahwa hasil panen seperti itu penting untuk mendukung program pemerintah, penting demi memperkuat ketahanan pangan nasional, dan diharapkan memberi banyak manfaat untuk masyarakat.
”Panen ini juga bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan serta program gizi gratis pemerintahan. Semoga hasil bumi ini terus memberikan manfaat dan gizi bagi anak-anak Indonesia,” pungkasnya.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
