
Terdakwa Christiano Pengarapenta Pengidahen Tarigan berlutut minta maaf ke ibunda almarhum Argo di PN Sleman, Selasa (23/9). (Istimewa)
JawaPos.com - Proses persidangan kasus kecelakaan lalu lintas dengan terdakwa Christiano Pengarapenta Pengidahen Tarigan kembali digelar di Ruang Sidang Cakra, Pengadilan Negeri (PN) Sleman, Selasa (23/9). Christiano, mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM, menjadi terdakwa dalam kasus tabrakan yang menewaskan Argo Ericko Achfandi, mahasiswa Fakultas Hukum UGM.
Mengutip Radar Jogja (Jawa Pos Group), sidang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Irma Wahyuningsih dengan anggota hakim Siwi Rumbar Wigati dan Suryodiyono, sementara Rahajeng Dinar Hanggarjani bertindak sebagai jaksa penuntut umum (JPU).
Christiano hadir langsung setelah sebelumnya empat kali hanya mengikuti sidang secara daring melalui Zoom.
Persidangan dibuka dengan momen emosional ketika majelis hakim meminta terdakwa untuk menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban.
Christiano berlutut bersimpuh di hadapan Meiliana, ibu korban, yang kemudian menyatakan telah memberi maaf. Namun, saat memberikan kesaksian, Meiliana hampir hilang kesadaran sehingga hakim memutuskan agar pemeriksaan terhadap dirinya segera diselesaikan lebih dahulu.
Saat keluar dari ruang sidang, Meiliana nyaris pingsan hingga harus dipapah. Usai persidangan, ia mengaku masih merasa grogi dan tertekan secara psikis.
“Saya masih pendampingan psikolog, jadi apalagi berhadapan langsung dengan pelaku. Kejiwaan saya shock,” ujarnya.
Meski demikian, Meiliana menegaskan sebagai manusia ia sudah memaafkan, sementara seluruh proses hukum ia serahkan kepada pengadilan.
Sementara itu, Koordinator Tim Penasihat Hukum Terdakwa, Achiel Suyanto, menyoroti keterangan para saksi. Menurutnya, tidak ada satu pun saksi yang menyaksikan langsung detik-detik terjadinya kecelakaan.
Ia juga menambahkan bahwa korban tidak menjalani otopsi sehingga penyebab pasti kematian dinilai tidak bisa dipastikan secara medis.
“Ketika terjadi crash itu tidak ada yang melihat sama sekali dari empat orang saksi,” pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
