Petugas Unit Penanganan Sampah (UPS) Badan Air Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Kecamatan Senen menyelesaikan pembuatan perahu dari limbah botol plastik di Jalan Habib Ali Kwitang, Jakarta, Rabu (10/09/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Perusahaan fast moving consumer goods (FMCG) Unilever Indonesia berkomitmen terhadap praktik bisnis yang berkelanjutan dengan terus bertransformasi memastikan potensi dampak lingkungan yang minim di berbagai aspek pada keseluruhan value chain perusahaan.
Mereka mengedepankan tiga prinsip di dalam mengelola penggunaan plastik di kemasan untuk produk-produknya.
“Kami mengedepankan prinsip less plastic, better plastic dan no plastic. Artinya, selain meminimalisasi jumlah penggunaan plastik dalam kemasan, kami juga memilih plastik yang mudah didaur ulang dan mengembangkan sistem pengisian ulang di beberapa daerah,” tutur Maya Tamimi, Head of Division Environment & Sustainability Unilever Indonesia Foundation dalam keterangan tertulis.
Maya mengatakan, pihaknya terus mengurangi penggunaan plastik baru (virgin plastic) dan berupaya meningkatkan penggunaan plastik hasil daur ulang alias post-consumer recycled (PCR) dalamkemasannya, serta menghadirkan kemasan yang dapat didaur ulang, digunakan kembali, ataudiurai menjadi kompos.
Maya menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk terus mengumpulkan dan memproses lebih banyak sampah plastik kemasan dibandingkan dengan plastik yang digunakan untuk menjual produk. Sejak 2015, perusahaan sudah mengimplementasikan zero waste landfill untuk memastikan tidak ada sampah atau limbah yang berasal dari kegiatan operasional yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Setelah lebih dari dua dekade berkomitmen mendorong misi keberlanjutan, kata Maya, pada 2024 pihaknya secara global mengumumkan empat pilar keberlanjutan.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Aries dan Taurus 16 September 2025: Mulai dari Cinta, Karir, Kesehatan dan Keuangan
"Pertama, iklim untuk mencapai Net Zero Emission (NZE). Kedua, alam untuk mendukung ekosistem alam melalui penerapanpertanian regeneratif. Ketiga, plastik yang bertujuan mengakhiri limbah plastik. Keempat, mata Pencaharian yang menargetkan terwujudnya mata pencaharian dan standar upah (living wage) yang layak bagi seluruh pihak dalam rantai nilai (value chain) perusahaan," katanya.
Melalui empat fokus tersebut, lanjut Maya, pihaknya lebih fokus mengintegrasikan prinsip keberlanjutan yang menitikberatkan aspek environment, social, and governance (ESG) dengan kinerja bisnis.
“Bisnis sangat penting, tidak boleh ditinggalkan. Karena jika bisnis bertumbuh dengan konsisten dan kompetitif, kita juga akan memiliki keleluasaan lebih besar dalam menerapkan komitmen dan misi-misi keberlanjutan,” ujar Maya.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
2 Alasan Vicky Prasetyo Belum Menjenguk Fangfang yang Sudah Melahirkan Buah Hatinya
Komentar Pedas Zlatan Ibrahimovic di Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Ini Deretan Frasa Ikoniknya
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Mediasi Ruben Onsu dan Sarwendah Digelar Tertutup, Ini yang Terjadi di Dalam Ruangan
