Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 12 September 2025 | 23.56 WIB

Tak Hanya di Bali, Wilayah Nagekeo NTT juga Kebanjiran, 5 Orang Meninggal Dunia dan 3 Masih Hilang

Kondisi banjir bandang di Kabupaten Nagekeo, NTT, Senin (8/9). )BPBD Kabupaten Nagekeo) - Image

Kondisi banjir bandang di Kabupaten Nagekeo, NTT, Senin (8/9). )BPBD Kabupaten Nagekeo)

JawaPos.com - Bencana banjir tidak hanya menerjang Bali. Kabupaten Nagekeo di Nusa Tenggara Timur (NTT) juga dilanda banjir. Total ada 5 korban meninggal dunia dan 3 korban lain hilang.

Air datang menyapu permukiman dan rumah-rumah warga pada Senin (8/9). Banjir yang disebabkan hujan deras dengan intensitas tinggi itu dilaporkan menyebabkan kerusakan berat dan merenggut korban jiwa. 

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengungkapkan, banjir di Nagekeo terjadi di Kecamatan Mauponggo yang bertopografi perbukitan.

Saat musibah itu terjadi, air mengalir deras dari daerah hulu menuju pesisir pantai. Akibatnya, sarana dan prasarana umum, rumah, jembatan, dan jaringan listrik serta komunikasi rusak berat.

”Perkembangan penanganan bencana, 2 ruas jalan yang sebelumnya terputus karena banjir telah berhasil ditangani, tetapi 3 ruas jalan lain masih belum dapat dilalui,” terang Abdul Muhari pada Jumat (12/9). 

BNPB memastikan bahwa sampai saat ini Tim BPBD Nagekeo bersama dinas teknis terkait masih terus berupaya melaksanakan perbaikan dan pemulihan. Mereka sudah menurunkan alat berat untuk mempercepat pemulihan akses dan infrastruktur jalan.

”Korban jiwa tercatat sebanyak 5 orang meninggal dunia, 3 orang masih hilang, dan 3 lainnya luka-luka,” jelasnya.

Sementara jumlah pengungsi tercatat ada sebanyak 30 jiwa. Rata-rata, mereka mengungsi ke rumah-rumah kerabat masing-masing. Kabupaten Nagekeo terletak di tengah-tengah Pulau Flores, salah satu pulau di kepulauan NTT.

BNPB juga sudah mendapat data kerusakan materiil yang terdiri atas 1 rumah hanyut, 1 rumah rusak berat, 2 kantor pemerintah rusak, 2 jembatan rusak, dan 3 ruas jalan utama terdampak.

”Upaya pencarian korban yang hilang juga masih berlangsung dengan keterlibatan Tim SAR, TNI, dan Polri, meskipun kondisi cuaca berkabut tebal serta lumpuhnya jaringan komunikasi dan listrik memperlambat proses penanganan dan pelaporan,” kata dia.

Pemkab Nagekeo juga sudah menetapkan status tanggap darurat bencana cuaca ekstrem yang berlaku mulai 9-30 September 2025.

Bantuan darurat berupa selimut, matras, peralatan masak, hygiene kit, kasur lipat, velbed, peralatan kebersihan, makanan protein untuk anak-anak, serta tenda keluarga telah disiapkan dan dikirim melalui jalur laut oleh BPBD Provinsi NTT dan didukung oleh BNPB.

”BNPB mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama banjir, longsor, dan angin kencang yang dapat terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi,” jelasnya. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore