Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 16 Agustus 2025 | 03.46 WIB

Kado HUT RI dari Jawa Timur: Bendera Merah Putih 80 Meter Siap Berkibar di Puncak Arjuno

Pelepasan Tim Ekspedisi 80 Arjuno oleh Gubernur Jatim Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Jumat (15/8). (Novia Herawati/ JawaPos.com) - Image

Pelepasan Tim Ekspedisi 80 Arjuno oleh Gubernur Jatim Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Jumat (15/8). (Novia Herawati/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan kado spesial untuk HUT ke-80 Kemerdekaan RI, yakni bendera Merah Putih sepanjang 80 meter yang akan dikibarkan di Puncak Gunung Arjuno pada Minggu (17/8).

Sebanyak 361 orang yang tergabung dalam Tim Ekspedisi 80 Arjuno, resmi diberangkatkan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dari halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (15/8).

Tim Ekspedisi 80 Arjuno akan mendaki Gunung Arjuno via Sumber Brantas pada Sabtu (16/8). Sebelum membentangkan bendera Merah Putih 80 meter di puncak, mereka menggelar upacara detik-detik proklamasi di Pasar Dieng.

"Ini cara kita mencintai negara, merah putih dan cara kita menjadi bagian untuk memberikan penguatan HUT kemerdekaan RI ke-80. Salam merah putih," ujar Gubernur Khofifah dalam sambutannya, disambut riuh tepuk tangan.

Selain mengibarkan Bendera Merah Putih sepanjang 80 meter, Tim Ekspedisi juga akan menanam 2 ribu bibit cemara gunung dan eucalyptus di sekitar sekitar Pos 1 jalur pendakian Gunung Arjuno via Sumber Brantas.

"Cintai merah putih dengan menjaga alam, daya dukung lingkungan. Betapa makna sumber air begitu berharga bagi masyarakat, utamanya di 5 dusun wilayah Singosari (kaki Gunung Arjuno)," imbuhnya.

Dalam seremonial pemberantasan Tim Ekspedisi 80 Arjuno, Gubernur Khofifah secara simbolis menyerahkan 200 bibit cemara gunung dan 50 bibit eucalyptus kepada dua orang perwakilan pendaki.

Bagi Khofifah, menanam tumbuhan adalah wujud nyata perjuangan masa kini. Upaya ini dilakukan untuk menjaga ekosistem dan memastikan kualitas oksigen tetap baik demi keberlangsungan hidup masyarakat.

Ia menilai konsep perjuangan dulu dan sekarang berbeda. Kini perjuangan ditunjukkan melalui aksi konservasi alam, salah satunya dengan menanam cemara gunung dan eucalyptus demi menjaga kelestarian lingkungan dan sumber air.

"Mencari benih tidak mudah dan mengumpulkan kurang lebih 1 tahun. Maka dengan menanam, panjenengan telah melakukan bentuk apa yang disebut mencintai Indonesia dan mencintai alam," serunya.

Khofifah menyampaikan bahwa Pemprov Jatim telah beberapa kali melakukan aeroseeding, yakni menebar benih menggunakan pesawat TNI AU. Proses ini tidak mudah karena memerlukan izin KSAU dan peta Perhutani sesuai karakter setiap area berbeda.

"Bakti kita untuk bangsa dan negara dengan menanam. Semoga yang ditanam, tumbuh dengan baik, sehingga menjadi sumber air baru dan memberikan kehidupan bagi masyarakat sekitarnya," tukas Khofifah. 

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore