Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 1 Agustus 2025 | 01.36 WIB

Warga Negara Jepang yang Tewas Tertimpa Truk Muatan Pasir di Karawang Ternyata Bos Nissan Chemitec

Mobil Toyota Voxy dalam keadaan rusak berat akibat tertimpa truk bermuatan pasir. (Istimewa) - Image

Mobil Toyota Voxy dalam keadaan rusak berat akibat tertimpa truk bermuatan pasir. (Istimewa)

JawaPos.com - Warga Negara Jepang, Yukihiro Nabae (63), tewas usai mobil Toyota Voxy yang ia tumpangi terlibat kecelakaan di Jalan Gerbang Tol Karawang Barat, Desa Margakaya, Kabupaten Karawang.

Ternyata, Yukihiro merupakan nama besar di dunia otomotif. Ia adalah Presiden Direktur pertama PT Nissan Chemitec.

Hal ini diungkap pada unggahan akun Instagram mantan Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana, @cellicanurrachadiana pada Kamis (31/7).

“Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Bapak Yukihiro Nabae, Presiden Direktur pertama PT Nissan Chemitec, pada hari Rabu, 30 Juli 2025, sekitar pukul 17.45 WIB,” tulisnya.

Yukihiro tewas setelah kendaraan yang dinaikinya, Toyota Voxy tertimpa kendaraan truk Hino dengan muatan pasir atau tanah yang sedang melaju di Exit Tol Karawang.

Saat berjalan di TKP, kendaraan truk oleng ke kiri dan kemudian terbalik dalam kondisi miring ke kanan sehingga menimpa kendaraan Toyota Voxy yang dikendarai korban.

Cellica berharap kecelakaan ini benar-benar diinvestigasi secara menyeluruh terkait penyebab pastinya oleh pihak kepolisian. Tujuannya agar tidak terjadi lagi hal serupa kepada siapapun.

“Apapun penyebabnya, baik kelalaian yang akhirnya menyebabkan kematian, ataupun ada hal-hal pendukung lainnya yang menyebabkan terjadinya peristiwa ini,” ungkap dia.

Dia pun menjabarkan sejumlah hal yang perlu dievaluasi mengenai pengelolaan dan operasional kendaraan besar.

Salah satunya terkait jam operasional yang harus menjadi perhatian penting agar tak mengganggu lalu lintas berkendara bagi masyarakat. Terlebih pada saat jam pulang pergi untuk warga bekerja ataupun anak-anak yang sedang bersekolah.

Selain itu, muatan yang melebihi kapasitas juga harus dijadikan fokus perhatian, lantaran berpotensi menimbulkan kecelakaan maupun kerusakan pada fasilitas publik seperti jalan umum, apabila melebihi kapasitas tonase dari jalan tersebut.

Kemudian juga memastikan sopir memiliki waktu istirahat yang cukup agar bisa fokus berkendara. “Jangan hanya kejar target sehingga menimbulkan kelelahan bagi sopir yang bisa mengakibatkan kecelakaan dalam berkendara,” tegas dia.

Tak hanya itu, usia kendaraan dan suku cadang kendaraan harus dipastikan pula terpelihara dengan baik agar tidak menimbulkan hal-hal yang tak diinginkan.

Para pengusaha angkutan juga harus dipastikan untuk menyediakan lahan parkir bagi kendaraan-kendaraannya agar tidak parkir di bahu jalan umum/fasilitas publik.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore