
LUSTRASI Wood pellet yang dianggap bisa mendukung pencapaian net zero emissions. (ANTARA)
JawaPos.com - Sejumlah anggota DPRD Gorontalo mengunjungi wilayah kerja PT Biomasa Jaya Abadi (BJA) untuk mengecek langsung terkait berbagai isu yang berkembang di masyarakat. Hasilnya, isu negatif tidak terbukti, bahkan BJA Group berkomitmen terus menerus menjaga lingkungan dan mengikuti regulasi dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
"Kami harus mengecek langsung di lapangan, tidak hanya di perusahaan, kami juga bertemu masyarakat untuk mengecek terkait kehadiran perusahaan BJA. Hal ini karena ada informasi negatif yang kami dapat bahwa BJA Group mengakibatkan banjir, PDAM keruh, ternyata ketika kami mengecek di lapangan, jauh dari tuduhan tersebut. Bahkan PT BJA Group berkomitmen terus menerus menjaga lingkungan dan mengikuti regulasi dari KLH," kata Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa, saat mengunjungi BJA Group di Popayato, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, Sabtu (5/7).
Ridwan Monoarfa menambahkan, semuanya sudah terklarifikasi, tuduhan-tuduhan ke BJA Group tidak terbukti. Masyarakat juga mengakui bahwa banjir yang lalu tidak ada kaitannya dengan aktivitas perusahaan. "Saya juga dapat informasi dari masyarakat, ada perkebunan masyarakat (di sekitar sungai), kita tidak bisa serta-merta melarang orang berkebun. Tapi, kami berharap perkebunan masyarakat itu untuk menjaga erosi dibuat sistem terasering," ujar Ridwan Monoarfa.
Ridwan Monoarfa menegaskan bahwa pengawasan masyarakat terhadap aktivitas perusahaan sangat penting, khususnya terkait dampak terhadap lingkungan. Menurutnya, keterbukaan PT BJA dalam menerima masukan menunjukkan komitmen mereka dalam menjaga hubungan baik dengan warga sekitar.
Dia juga menyebut bahwa perizinan PT BJA telah lengkap, dan aktivitas seperti transhipment atau pemindahan barang di laut tidak menimbulkan gangguan terhadap aktivitas nelayan setempat. Tokoh masyarakat sekaligus Ketua Adat Suku Bajo, Jekson Sompah, turut angkat suara.
Jekson memastikan bahwa keberadaan perusahaan tidak memengaruhi kehidupan masyarakat pesisir yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan. Lalu lintas nelayan tidak terganggu, penangkapan gurita juga tidak terganggu. Bahkan dampak positif terhadap ekonomi atas keberadaan BJA Group dirasakan langsung oleh nelayan.
"Ekosistem laut tetap terjaga. Kapal perusahaan tidak hilir-mudik setiap hari, dan aktivitas nelayan, termasuk penangkapan gurita, berlangsung seperti biasa," ungkap Jekson.
Kontribusi ekonomi
Manager Community Development, Zunaidi menyampaikan, keberadaan BJA Group telah berkontribusi nyata bagi masyarakat. Salah satu buktinya, pada Februari 2023, Pemda Kabupaten Pohuwato memberikan penghargaan kepada PT BJA sebagai Perusahaan Penyumbang Realisasi Investasi Terbesar ke-1 di Kabupaten Pohuwato Tahun 2022.
Terkait penyerapan tenaga kerja, berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Pohuwato, jumlah tenaga kerja di PT BJA bersama PT IGL dan PT BTL setara dengan 26,01 persen dari total tenaga kerja di perusahaan besar di Pohuwato. Dengan jumlah tenaga lokal sebanyak 1.007 orang (83 persen), PT BJA bersama PT IGL dan PT BTL tercatat sebagai perusahaan dengan penyerapan tenaga kerja lokal terbesar di Kabupaten Pohuwato. Adapun total tenaga kerja BJA Group saat ini sebanyak 1.208 orang.
BJA sendiri telah berinvestasi sebesar Rp 1,53 triliun sejak didirikan pada 2019 hingga Maret 2025 yang ditujukan pembangunan dan operasional pabrik pengolahan pellet kayu (wood pellet). Terkait proses bongkar muat kapal, Zunaidi menambahkan bahwa bongkar muat kapal tidak merusak lingkungan laut di sekitar terumbu karang serta biota laut lainnya. Labuh kapal ini di bawah pengawasan KUPP Tilamuta, selaku regulator urusan penyelenggara pelabuhan.
"Ada pengawasnya, ada yang pemegang regulasinya, yaitu KUPP Tilamuta dan juga kantor distrik Navigasi Tipe A Bitung. Ini menunjukkan perusahaan benar-benar dalam menjalankan operasional pengiriman wood pellet dari sejak labuh kapal itu sudah mengikuti regulasi yang berlaku," tutup Zunaidi.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
