Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 25 Juni 2025 | 15.28 WIB

Juliana, WN Brasil yang Jatuh di Gunung Rinjani NTB Dipastikan Meninggal Dunia, Evakuasi Jenazah Terkendala Kabut Tebal

Tim SAR menghadapi kabut tebal saat akan mengevakuasi jenazah Juliana, WN Brasil yang jatuh di Gunung Rinjani NTB. Evakuasi akan dilakukan pagi ini. (Basarnas) - Image

Tim SAR menghadapi kabut tebal saat akan mengevakuasi jenazah Juliana, WN Brasil yang jatuh di Gunung Rinjani NTB. Evakuasi akan dilakukan pagi ini. (Basarnas)

JawaPos.com - Warga Negara Asing (WNA) asal Brasil bernama Juliana, 27, yang sebelumnya dilaporkan terjatuh ke jurang pada sekitar area Cemara Nunggal, Danau Segara Anak, Gunung Rinjani, ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii.

“Satu orang rescuer atas nama Hafid Hasadi berhasil menjangkau korban. Kemudian dilakukan pemeriksaan kepada korban, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kehidupan,” kata Syafii sebagaimana dilansir dari Lombok Post (Jawa Pos Group), Rabu (25/6).

Ia menjelaskan, tubuh korban berhasil dijangkau oleh tim penyelamat pada Selasa (24/6) pukul 18.00 WITA.

Lokasi korban berada pada kedalaman 600 meter dari titik awal korban dilaporkan jatuh, lebih dalam dari estimasi awal yang memperkirakan hanya 400 meter.

“Kita sebut Datum Point. Dari sebelumnya kita perkirakan korban di kedalaman 400 meter, ternyata ada pergeseran ke bawah lagi di kedalaman 600 meter,” ujarnya.

Selanjutnya, pada pukul 18.31 WITA, tiga orang rescuer tambahan yakni Samsul Fadli dari Unit SAR Lombok Timur, serta Agam dan Tio dari Rinjani Squad, turut diturunkan untuk melakukan pendekatan dan membantu proses penanganan jenazah.

“Selanjutnya terhadap korban dilakukan wrapping survivor atau pembungkusan jenazah sebelum proses evakuasi," tutur Syafii.

Tim SAR gabungan kemudian mempersiapkan skema evakuasi dari lokasi terakhir keberadaan korban (Last Known Position/LKP).

Proses ini melibatkan tujuh personel penyelamat yang melakukan flying camp di tiga titik berbeda. Satu tim di anchor point, satu tim di kedalaman 400 meter, dan empat orang lainnya bersama jenazah Juliana di Datum Point.

Namun, Syafii menjelaskan bahwa cuaca menjadi hambatan besar dalam proses evakuasi. Pada pukul 19.00 WITA, kabut tebal menyelimuti kawasan Rinjani sehingga jarak pandang sangat terbatas dan evakuasi tidak dapat dilanjutkan malam itu.

Karena itu, proses evakuasi terhadap jenazah Juliana rencananya dilanjutkan hari ini, Rabu (25/6). “Korban nanti akan diangkat ke atas,” jelasnya.

Setelah berhasil diangkat dari jurang, jenazah Juliana akan dibawa menyusuri jalur pendakian menuju posko Sembalun dengan cara ditandu. Di posko tersebut, telah disiapkan satu unit helikopter untuk melanjutkan proses evakuasi udara.

“Di posko Sembalun, nanti akan dilakukan evakuasi medis udara menuju RS Bhayangkara Polda NTB,” pungkasnya.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore