Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 22 Juni 2025 | 17.16 WIB

Dinkes Sulsel Temukan Satu Kasus Suspek Covid-19

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel HM Ishaq Iskandar. (Darwin Fatir/Antara) - Image

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel HM Ishaq Iskandar. (Darwin Fatir/Antara)

JawaPos.com–Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Selatan menemukan satu kasus suspek terduga Covid-19. Namun tidak menimbulkan bahaya dan kini telah ditangani tim kesehatan.

”Iya, suspek, tapi tidak berbahaya. Alhamdulillah sudah diperiksa, sudah tidak ada masalah,” kata Kepala Dinkes Sulsel HM Ishaq Iskandar seperti dilansir dari Antara.

Pihaknya mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap berbagai penyakit. Termasuk penyebaran virus-virus yang bisa membahayakan kesehatan, mengingat tingginya mobilitas masyarakat datang dari dalam maupun luar negeri.

”Intinya bahwa kita waspada, sama dengan narkoba, penyakit juga harus diwaspadai. Apalagi, negara kita banyak menjadi tempat tujuan, misalnya negara-negara seperti Malaysia, Thailand, Singapura. Banyak dari sini ke sana, dari sana ke sini,” tutur Ishaq Iskandar.

Ishaq menekankan, hal ini perlu diantisipasi dengan meningkat pemeriksaan kesehatan baik di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin maupun di Pelabuhan Makassar eks Sukarno Hatta yang dilaksanakan Balai Besar Karantina.

”Intinya kewaspadaan dini. Dan di Balai Besar Karantina Kesehatan sudah berjalan prosesnya (pemeriksaan kesehatan), mulai dari proses pengisian kartu sehat, kesehatannya. Dan nanti kalau flu, demam, batuk juga ada pemeriksaannya oleh balai,” terang Ishaq Iskandar.

Menurut dia, sejauh ini Dinkes telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dalam hal penanganannya serta antisipasi serangan virus tersebut. Termasuk antisipasi bawaan virus yang mungkin dibawa jamaah haji dari Tanah Suci.

”Kita sudah berkoordinasi bagaimana supaya mengantisipasi hal-hal seperti ini. Jamaah haji dari Makkah, itu juga kita antisipasi saat Debarkasi di Makassar. Insya Allah, kita semua bisa berupaya bersama mencegah,” ujar Ishaq Iskandar.

”Dan teman-teman media bisa menyiarkan berita tentang ini (pencegahan Covid-19) agar masyarakat waspada, meningkatkan kewaspadaan dini, antisipasi, berperilaku sehat, jaga protokol kesehatan. Batuk, flu pakai masker, dan dari luar cuci tangan selalu,” papar Ishaq Iskandar.

Saat ditanyakan siapa suspek yang dimaksud dari daerah mana, Ishaq tidak menjelaskan lebih detail. Dia menyampaikan sudah ditangani. Sebab, virus Covid-19 saat ini sama seperti flu, batuk, dan demam biasa, hanya saja bawaannya lebih lama baru sembuh.

Dia juga menyinggung penyakit tuberkulosis (TBC) punya gejala seperti Covid-19. Bilamana ada orang yang mengalami batuk lama serta lebih dari tiga pekan, batuk dahak terdapat bercak darah, segera periksa ke dokter.

”Puskesmas sudah siap (tangani). Puskesmas ada tes cepat molekuler, dan obatnya juga gratis. Kalau ada kejadian seperti itu tolong disampaikan untuk diperiksa, didiagnosa dan akan diberikan pengobatan yang tepat,” ucap mantan staf ahli bidang perekonomian Pemkot Palopo ini.

Mengenai dengan vaksin TBC, Ishaq menambahkan, sejauh ini belum ada di Sulsel dan masih uji coba di tingkat pusat. Meski demikian, disarankan bagi penderita TBC tidak putus obat sampai dinyatakan sembuh untuk mencegah resistensi obat bila pengobatan terputus.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore