Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 21 Juni 2025 | 17.41 WIB

Viral Video Siswa SD Joget dan Nyawer Biduan Bikin Geger, Publik Soroti Anjloknya Moral Pelajar di Indonesia

Viral sebuah video yang menunjukkan siswa SD dari SDN 1 Kenayan, Kelurahan Kenayan, Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung, sedang nyawer biduan. (Platform X). - Image

Viral sebuah video yang menunjukkan siswa SD dari SDN 1 Kenayan, Kelurahan Kenayan, Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung, sedang nyawer biduan. (Platform X).

JawaPos.com - Dunia pendidikan Indonesia kembali diguncang. Sebuah video berdurasi kurang dari satu menit memperlihatkan pemandangan yang mengejutkan: sejumlah siswa SD Negeri 1 Kenayan, Tulungagung, berjoget dan menyawer biduan dangdut dalam acara perpisahan sekolah. 

Yang lebih mencengangkan, para siswa masih mengenakan seragam lengkap saat aksi itu terjadi. Video tersebut viral di media sosial dan langsung menuai badai kritik dari warganet hingga para tokoh pendidikan. 

Banyak yang menilai peristiwa ini sebagai bukti nyata anjloknya moral dan karakter generasi muda di lingkungan sekolah.

Ahmad Syifa, anggota Dewan Pendidikan Tulungagung, tak bisa menyembunyikan keprihatinannya. Ia menyebut kejadian ini sebagai “cermin retaknya fondasi pendidikan moral di tingkat dasar.”

“Pendidikan kita memang perlu diperbaiki, baik dari sisi kualitas maupun moral. Kasus siswa SD yang nyawer biduan ini jelas menunjukkan bahwa pendidikan karakter belum berjalan dengan baik,” tegasnya, Jumat (20/6).

Menurut Ahmad, akar masalahnya bukan semata pada siswa, tapi juga pada sistem pendidikan nasional yang dinilai tak menyentuh akar persoalan. Salah satu biang keladi adalah beban administrasi berlebihan yang menyita waktu guru untuk membina karakter siswa.

“Guru dipaksa sibuk dengan laporan-laporan online, sampai lupa membentuk moral murid. Sementara siswa dibebani PR yang malah jadi pekerjaan orang tua,” ujarnya tajam.

Ia juga menyinggung soal kebijakan pendidikan yang terlalu sering digodok tanpa memahami realitas di lapangan.

"Kita butuh kebijakan yang berpihak pada pendidikan yang utuh, bukan demi keuntungan pribadi atau kelompok. Sudah cukup kebijakan asal jadi!" pungkasnya.

Fenomena moral yang melibatkan siswa sekolah bukan kejadian baru. Dalam setahun terakhir, insiden serupa kerap terjadi di berbagai wilayah Indonesia, terutama dalam acara perpisahan atau pentas seni sekolah.

Masyarakat pun bertanya-tanya: ke mana arah pendidikan karakter yang selama ini digembar-gemborkan? Mengapa nilai-nilai sopan santun, etika, dan akhlak kian memudar di kalangan pelajar?

Respons publik di media sosial pun tak kalah keras. Banyak yang menyebut kejadian ini sebagai “bukti kegagalan sistem pendidikan nasional”, sementara yang lain menyindir tajam.

“Mereka masih pakai seragam SD, tapi aksi kayak di panggung hiburan malam. Ini didikan sekolah atau orkes dangdut keliling?” tulis salah satu komentar viral.

Fakta menyakitkan ini seharusnya jadi alarm bagi dunia pendidikan Indonesia. Bukan hanya soal etika berjoget, tapi tentang kemana arah moral generasi penerus bangsa ini dibentuk. 

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore