
Viral sebuah video yang menunjukkan siswa SD dari SDN 1 Kenayan, Kelurahan Kenayan, Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung, sedang nyawer biduan. (Platform X).
JawaPos.com - Dunia pendidikan Indonesia kembali diguncang. Sebuah video berdurasi kurang dari satu menit memperlihatkan pemandangan yang mengejutkan: sejumlah siswa SD Negeri 1 Kenayan, Tulungagung, berjoget dan menyawer biduan dangdut dalam acara perpisahan sekolah.
Yang lebih mencengangkan, para siswa masih mengenakan seragam lengkap saat aksi itu terjadi. Video tersebut viral di media sosial dan langsung menuai badai kritik dari warganet hingga para tokoh pendidikan.
Banyak yang menilai peristiwa ini sebagai bukti nyata anjloknya moral dan karakter generasi muda di lingkungan sekolah.
Ahmad Syifa, anggota Dewan Pendidikan Tulungagung, tak bisa menyembunyikan keprihatinannya. Ia menyebut kejadian ini sebagai “cermin retaknya fondasi pendidikan moral di tingkat dasar.”
“Pendidikan kita memang perlu diperbaiki, baik dari sisi kualitas maupun moral. Kasus siswa SD yang nyawer biduan ini jelas menunjukkan bahwa pendidikan karakter belum berjalan dengan baik,” tegasnya, Jumat (20/6).
Menurut Ahmad, akar masalahnya bukan semata pada siswa, tapi juga pada sistem pendidikan nasional yang dinilai tak menyentuh akar persoalan. Salah satu biang keladi adalah beban administrasi berlebihan yang menyita waktu guru untuk membina karakter siswa.
“Guru dipaksa sibuk dengan laporan-laporan online, sampai lupa membentuk moral murid. Sementara siswa dibebani PR yang malah jadi pekerjaan orang tua,” ujarnya tajam.
Ia juga menyinggung soal kebijakan pendidikan yang terlalu sering digodok tanpa memahami realitas di lapangan.
"Kita butuh kebijakan yang berpihak pada pendidikan yang utuh, bukan demi keuntungan pribadi atau kelompok. Sudah cukup kebijakan asal jadi!" pungkasnya.
Fenomena moral yang melibatkan siswa sekolah bukan kejadian baru. Dalam setahun terakhir, insiden serupa kerap terjadi di berbagai wilayah Indonesia, terutama dalam acara perpisahan atau pentas seni sekolah.
Masyarakat pun bertanya-tanya: ke mana arah pendidikan karakter yang selama ini digembar-gemborkan? Mengapa nilai-nilai sopan santun, etika, dan akhlak kian memudar di kalangan pelajar?
Respons publik di media sosial pun tak kalah keras. Banyak yang menyebut kejadian ini sebagai “bukti kegagalan sistem pendidikan nasional”, sementara yang lain menyindir tajam.
“Mereka masih pakai seragam SD, tapi aksi kayak di panggung hiburan malam. Ini didikan sekolah atau orkes dangdut keliling?” tulis salah satu komentar viral.
Fakta menyakitkan ini seharusnya jadi alarm bagi dunia pendidikan Indonesia. Bukan hanya soal etika berjoget, tapi tentang kemana arah moral generasi penerus bangsa ini dibentuk.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
