Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 25 Mei 2025 | 18.08 WIB

Viral di Medsos, Restoran Ayam Goreng Legendaris di Solo yang Sudah Buka Puluhan Tahun, Ternyata Non Halal

Restoran ayam goreng di Kota Solo yang sudah buka puluhan tahun ternyata non-halal, jadi viral di media sosial. (Platform X) - Image

Restoran ayam goreng di Kota Solo yang sudah buka puluhan tahun ternyata non-halal, jadi viral di media sosial. (Platform X)

JawaPos.com - Bagi teman-teman yang beragama Islam, memilih makanan dan minuman memang tidak bisa sembarangan.

Apalagi kalau jajanan, beli di luar dan tidak dimasak sendiri, mesti tahu dulu kandungan dan komposisi bahan makanan tersebut, halal atau non-halal.

Bertanya kehalalan makanan yang dijual oleh pedagang memang sedikit sensitif. Namun tak ada salahnya, untuk memastikan makanan yang dikonsumsi halal lagi baik.

Jangan seperti kejadian di Solo yang ramai di media sosial (medsos) baru-baru ini. Sebuah restoran ayam goreng kampung, bernama Ayam Goreng Widuran, jadi pembahasan se Kota Solo dan medsos gara-gara persoalan kehalalan.

Bagaimana tidak ribut, restoran ayam goreng kampung tersebut terkenal legendaris di Kota Solo. Sudah buka sejak tahun 1973, lebih dari setengah abad dan kadung banyak disukai oleh masyarakat Kota Solo dari berbagai kalangan.

Ternyata, baru terungkap belakangan kalau restoran ayam goreng kampung tersebut merupakan tempat makan non-halal. Pengumuman tersebut baru disampaikan oleh penerus usaha ayam goreng tersebut beberapa waktu lalu.

"Kepada seluruh pelanggan Ayam Goreng Widuran,

Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kegaduhan yang beredar di media sosial belakangan ini. Kami memahami bahwa hal ini menimbulkan keresahan dalam masyarakat.

Sebagai langkah awal, kami telah mencantumkan keterangan NON-HALAL secara jelas di seluruh outlet dan media sosial resmi kami.

Kami berharap masyarakat dapat memberi kami ruang untuk memperbaiki dan membenahi semuanya dengan itikad baik.

Hormat kami, Manajemen Ayam Goreng Widuran," demikian bunyi pengumuman tersebut.

Langsung saja, warung makan yang sudah eksis sejak 1973 itu dituding tidak jujur karena tidak memberi informasi jelas soal status kehalalan makanannya. Padahal, sebagian besar pelanggan warung ini adalah muslim.

Ledakan emosi bermula dari unggahan para pelanggan yang mengaku kecewa karena baru mengetahui ayam goreng yang mereka beli ternyata non-halal.

Kekesalan itu mengalir deras di kolom komentar Instagram dan Google Review. Reaksi publik pun memuncak, memaksa manajemen warung angkat bicara.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore