Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 21 Mei 2025 | 18.20 WIB

Viral 273 Siswa SMA di Jabar Lulus Pembinaan di Barak Militer, Dedi Mulyadi Sebut Belasan Ribu Lainnya akan Menyusul

Gubernur Dedi Mulyadi menghadiri upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Provinsi Jawa Barat Tahun 2025. (YouTube Humas Jabar) - Image

Gubernur Dedi Mulyadi menghadiri upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Provinsi Jawa Barat Tahun 2025. (YouTube Humas Jabar)

JawaPos.com - Siswa-siswi nakal di Jawa Barat (Jabar) yang berjumlah ratusan, telah selesai menjalani program pembinaan di barak militer.

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi memastikan kalau ribuan siswa nakal lainnya akan menyusul untuk menjalani program yang sama.

Pada upacara peringatan hari Kebangkitan Nasional tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2025, Dedi menegaskan bahwa 273 siswa tersebut kini mengalami perubahan setelah menjalani pendidikan di Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi.

“Bahkan menurut saya jauh lebih baik dibanding yang tidak mengikuti pendidikan di Dodik Lembang, Rindam III Siliwangi,” tegas Dedi Mulyadi, Selasa (20/5).

Sebelumnya, mengutip Radar Bogor (Grup Jawa Pos), sudah ada 39 siswa SMP yang telah menyelesaikan program di barak militer di Purwakarta. Mereka juga menunjukkan perubahan yang signifikan.

“Bisa dilihat keadaan anak itu, disiplinnya, rasa empatinya, bahkan dia menangis di depan ibunya mencium kakinya. Kan belum tentu itu didapatkan di pendidikan sekolah,” ujar Dedi.

Seperti diketahui, program pendidikan di barak militer menjadi salah satu cara yang digagas Dedi Mulyadi untuk mengatasi siswa yang bermasalah. Namun, kebijakan ini mendapatkan kritik dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

KPAI menyebut pendidikan ala militer untuk siswa yang bermasalah ini berpotensi melanggar hak anak. Menanggapi kritik tersebut, Dedi Mulyadi memberikan pernyataan melalui video yang diunggah di akun Instagramnya, Senin (19/5).

“Sudah saya sampaikan, KPAI harusnya hari ini arahnya bukan mengoreksi kekurangan dari sebuah kegiatan yang dilakukan sebagai penanganan darurat dari sebuah problem,” ujarnya.

Menurut Dedi, yang seharusnya dilakukan KPAI adalah mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan berbagai persoalan remaja yang berujung tindakan kriminal.

Kepala daerah kelahiran 1971 tersebut juga menambahkan, bahwa setelah 273 siswa lulus hari ini akan ada angkatan baru lagi yang menyusul. Jumlah peserta ke depannya diperkirakan bisa mencapai belasan ribu.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore