Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 14 Mei 2025 | 16.08 WIB

Siswa SD di Indramayu Curhat ke Dedi Mulyadi, Minta Gubernur Perbaiki Jalan Rusak Menuju Sekolah: Sudah 15 Tahun Tidak Dibantu

Bocah SD di Indramayu curhat ke Gubernur Jabar Dedi Mulyadi terkait jalan rusak menuju sekolah dan minta diperbaiki. (Instagram @dedimulyadi71) - Image

Bocah SD di Indramayu curhat ke Gubernur Jabar Dedi Mulyadi terkait jalan rusak menuju sekolah dan minta diperbaiki. (Instagram @dedimulyadi71)

JawaPos.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengunggah sebuah video curhatan seorang bocah SD di Indramayu di Instagram miliknya, @dedimulyadi71. 

Dedi tak kuasa menahan kesedihan tatkala menyaksikan video yang ia posting, bagaimana sang anak perempuan tersebut meminta dirinya untuk memperbaiki jalan rusak menuju sekolahnya. 

“Pak Dedi kami ikut perintahmu, setiap berangkat sekolah kami selalu jalan kaki. Ini jalan satu-satunya yang kami punya. Sudah 15 tahun tidak dibantu oleh pemerintah,” ucap sang bocah. 

Anak perempuan berkerudung putih itu mengungkapkan soal kemerdekaan Indonesia yang seharusnya mensejahterakan rakyatnya. 

“Pak Dedi bukankah ini negara merdeka, dari tulang kami untuk mendapat kemerdekaan. Pak Dedi kami adalah rakyatmu, saat pemimpin lain tidak mampu mendengar suara kami, kami masih punya pak Dedi bapak aing, bapak aing,” kata sang anak sembari mengangkat satu tangannya sebagai simbol merdeka. 

Mendengar keluhan sang bocah, Dedi Mulyadi yang lebih dikenal KDM itu langsung memberikan penjelasan terkait jalan rusak yang dikeluhkan. 

“Ya adek-adekku semangat ya, bapak sudah tanya ke Pak Bupati Indramayu masalah yang dihadapi. Kata pak bupati, adek-adek ini keluarganya terisolasi karena banjir rob, dan solusinya harus direlokasi,” paparnya. 

Mantan Bupati Purwakarta ini menjelaskan, Pemprov Jawa Barat akan membangun rumah bagi warga yang terisolir tersebut. 

“Pak Bupatinya sudah menyiapkan anggaran Rp 5 miliar untuk relokasi dan mencari bantuan untuk membangun rumahnya. Nanti ditengok ya, kalau memang harus relokasi insya Allah bangunan rumahnya dibangunkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” ujarnya. 

“Kalau pun dibangun jalan ke situ, nanti terkena banjir rob lagi. Tetap saja itu akan rusak lagi dan adek-adek menjadi susah. Tetap semangat belajar, pasti pak gubernur akan mencarikan solusi pada setiap kesulitan,” sambung Dedi. 

Sebagai informasi, Rob adalah singkatan dari Quantity Remaining On Board, yang berarti kuantitas yang melebihi kapasitas, dalam hal ini adalah air laut. Terjadinya air pasang di laut ini menahan aliran sungai yang seharusnya menuju ke laut.

Dikutip dari BMKG, rob merupakan banjir yang airnya berasal dari air laut yang diakibatkan oleh pasangnya air laut, hingga air yang pasang tersebut menggenangi daratan.

Terdapat tiga faktor yang dapat mempengaruhi tinggi rendahnya banjir rob: 

  • Topografi wilayah yang rendah akan mempengaruhi tingkat kerentanan suatu wilayah terhadap banjir rob.
  • Penggunaan Lahan: Tingginya tutupan lahan mempengaruhi kerentanan terhadap banjir rob.
  • Gelombang angin: Gelombang angin mempengaruhi gelombang permukaan air laut. 
Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore