
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau lokasi longsor di Jalan Raya Pacet-Cangar Mojokerto yang menewaskan 10 orang. (Humas Pemprov Jatim)
JawaPos.com - Tewasnya 10 orang dalam bencana tanah longsor di Jalan Raya Pacet-Cangar pada Kamis (3/4) masih membawa duka. Tragedi ini diduga terjadi karena aliran sungai yang tersumbat pohon tumbang.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau lokasi bencana longsor di Jalur Cangar-Pacet. Tepatnya di Jalan Sumber Brantas, Mojokerto pada Minggu (6/4).
"Sumbatan tersebut akhirnya membuat jenuh aliran sungai dan menyebabkan longsor. Terlebih saat kejadian, curah hujan yang turun intensitasnya cukup tinggi," tutur Khofifah dalam keterangannya, Senin (7/4).
Saat meninjau lokasi bencana longsor, Khofifah didampingi oleh Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra, jajaran OPD Pemprov Jawa Timur, camat, hingga lurah setempat.
“Saya sebenarnya ingin melihat langsung aliran sungai di atas (yang diduga menjadi pemicu longsor). Tetapi karena kendala kontur tanah yang masih rentan maka tidak direkomendasikan," imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, Khofifah menuturkan bahwa aliran sungai yang diduga menjadi pemicu longsor memiliki peranan penting. Sungai tersebut mengairi sekitar 50 hektare sawah di sekitarnya.
Ia lantas menginstruksikan Pemkab Mojokerto untuk segera melakukan normalisasi pada sungai tersebut. "Sehingga puluhan hektare sawah yang selama ini menggantungkan aliran sungai tetap mendapatkan sumber air," seru Khofifah.
Sebelumnya, tragedi longsor yang terjadi di Jalan Raya Pacet-Cangar pada Kamis (3/4) lalu menelan sepuluh korban jiwa. Mereka adalah penumpang dari dua mobil yang terhempas material longsor.
Tujuh korban berasal dari Desa Klopo Sepuluh, Sukodono, Sidoarjo. Saat kejadian longsor, mereka berada dalam mobil innova. Sementara tiga korban lainnya yang berada di mobil pikap berasal dari Desa Jatijejer, Trawas, Mojokerto.
Adapun 10 korban jiwa dalam bencana longsor Pacet-Cangar, di antaranya Masjid Zatmo Setio, 31; Rani Anggraeni, 28; Syahrul Nugroho Rangga Setiawan, 6; Putri Qiana Ramadhani. 2; Wahyudi, 71; Jainah ,61; dan Saudah,70.
Kemudian Ahmad Fiki Muzakki, 30; Fitria Handayani, 30; serta Mikhaila Faiha Nina Sezen, 3. Pemprov Jatim telah memberikan santunan Rp 10 Juta per jiwa kepada keluarga korban longsor yang ditinggalkan.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
