Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 24 Oktober 2024 | 18.29 WIB

Ribuan Guru Padati PN Andoolo Dukung Supriyani Jalani Sidang

Ribuan guru yang menyambut Supriyani di depan PN Andoolo, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Kamis (24/10). (La Ode Muh Deden Saputra) - Image

Ribuan guru yang menyambut Supriyani di depan PN Andoolo, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Kamis (24/10). (La Ode Muh Deden Saputra)

JawaPos.com–Ribuan guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia atau PGRI memadati Pengadilan Negeri (PN) Andoolo, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel). Mereka datang memberikan dukungan kepada guru honorer SDN 4 Baito Supriyani dalam menjalani sidang perdana.

Ribuan pedemo mulai mendatangi PN Andoolo pada pukul 09.00 wita. Mereka berangsur-angsur datang mengelilingi kantor pengadilan dengan menggunakan baju kesatuan PGRI dengan meneriakkan kata hidup guru.

Dukungan itu diberikan kepada Supriyani untuk menjalani sidang perkara yang menimpanya terkait dengan tuduhan penganiayaan kepada salah seorang siswa di SDN 4 Baito.

Salah seorang guru SDN 2 Andoolo Darma mengatakan, aksi tersebut sebagai bentuk solidaritas sesama guru. Terlebih lagi ada guru yang tertindas.

”Sebagai guru harus kawal terus kasus ini. Saya rela tidak masuk mengajar untuk membela saudara saya ini (Supriyani),” kata Darma seperti dilansir dari Antara.

Selama dia menjadi guru dalam kurun waktu 22 tahun, tidak akan ada guru yang tega menyakiti anak didik. Apalagi siswa yang menjadi korban dalam tuduhan kasus Supriyani itu masih duduk di bangku kelas 1 SD.

”Sekejam apa pun guru itu tidak akan pernah sampai tega. Saya memang sering juga mengomel di sekolah, tetapi tidak pernah pukul anak orang,” ujar Darma.

Darma mengungkapkan bahwa alasan mereka ke PN Andoolo hanya untuk menuntut kepada para penegak hukum untuk membebaskan Supriyani.

Sementara itu, Ketua PGRI Kecamatan Palangga Selatan Abdurrahim mengatakan, aksi tersebut merupakan bentuk dukungan dari rekan seprofesi guru untuk memberikan dukungan kepada Supriyani yang tengah tertimpa musibah.

”Bukan itu saja, kami berharap dari kasus ini tidak ada lagi Supriyani-Supriyani lain. Kami juga berharap kepada pihak-pihak seperti dugaan Rp 50 juta itu bisa benar-benar ditelusuri,” ucap Abdurrahim.

Dia berharap ke depannya kasus-kasus yang mengkriminalisasi guru di Indonesia ini tidak terjadi lagi.

Aksi di depan PN Andoolo tersebut berlangsung secara damai dan kondusif hingga sekitar pukul 10.45 wita. Mereka lantas meninggalkan PN usai pelaksanaan sidang pembuka Supriyani selesai.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore