
Tangkapan layar peta Sipongi atau sistem pemantauan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada situs resmi KLHK menunjukkan titik api di sejumlah wilayah. (Tumpal Andani Aritonang/Antara)
JawaPos.com–Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalimantan Selatan (BPBD Kalsel) melaporkan titik api pemicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa lokasi terdeteksi muncul meskipun turun hujan di sejumlah kabupaten/kota.
”Hasil pantauan satelit, terdeteksi lima titik api. Artinya status karhutla masih mengancam sehingga petugas tetap siaga dengan sumber daya peralatan maupun tenaga kebencanaan yang ada,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel Bambang Dedi Mulyadi seperti dilansir dari Antara di Banjarbaru.
Dia menuturkan, dengan munculnya titik api meskipun saat ini mulai turun hujan, BPBD Kalsel masih menetapkan status siaga karhutla hingga 31 Oktober.
”Keputusan hasil rapat koordinasi beberapa waktu lalu sudah tepat yang menetapkan status siaga karhutla mulai 21 Agustus-31 Oktober. Ini terbukti karena meskipun masa peralihan dari kemarau basah ke musim hujan, titik api masih terdeteksi satelit,” ujar Bambang Dedi Mulyadi.
Meskipun status siaga karhutla berakhir pada 31 Oktober, pihaknya tetap siap siaga dengan seluruh peralatan dan sumber daya manusia (SDM) di provinsi maupun kabupaten/kota untuk penanggulangan karhutla. Selain itu, berdasar rilis BMKG, per November curah hujan sudah turun secara merata di 13 kabupaten/kota se-Kalsel.
”Langkah selanjutnya yakni mewaspadai perubahan iklim dengan memfokuskan SDM mengantisipasi bencana hidrometeorologi, banjir, angin kencang, dan bencana lainnya, termasuk karhutla tetap menjadi perhatian,” papar Bambang Dedi Mulyadi.
Bambang memastikan, pihaknya tetap menyiagakan personel menanggulangi karhutla meskipun status siaga karhutla sudah berakhir pada 31 Oktober. Sebab, karena prakiraan cuaca tidak sepenuhnya tepat yang bisa saja ada faktor alam tertentu menyebabkan prakiraan cuaca meleset.
Dia juga mengatakan, BPBD Kalsel selalu melakukan evaluasi bersama para pemangku kepentingan sebelum menetapkan dan mengakhiri status bencana alam, baik status siaga maupun darurat.
”Setelah status siaga karhutla dicabut, kami evaluasi terlebih dahulu untuk menentukan langkah selanjutnya. Kami akan revisi peta kerawanan bencana, namun perlu koordinasi antar lembaga agar penanggulangan bencana di provinsi ini berjalan dengan maksimal,” tandas Bambang.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
