
Lokasi kejadian ledakan petasan di Desa Sembilangan, Kabupaten Bangkalan Madura yang telah diberi garis polisi dan dijaga ketat oleh anggota Brimob Polda Jatim./Zeinal Abidin/Radar Madura
JawaPos.com – Ledakan petasan yang berujung petaka terjadi pada hari Jumat (19/4) lalu di Desa Sembilangan, Kabupaten Bangkalan.
Insiden nahas tersebut dialami oleh warga berinisial R, 31. Awalnya ia berencana melangsungkan pernikahan pada hari Minggu (21/4) dengan menyalakan petasan sebagai pelengkap acara.
Petasan itu dibuat dan diracik sendiri olehnya bersama dengan saudaranya yang berinisial SA, 21, dan sepupunya M, 26.
Namun nahas, petasan yang sedang dirakit itu malah meledak pada pukul 17.00 WIB hari Jumat (19/4) lalu. Dahsyatnya ledakan petasan membuat rumahnya menjadi ambruk dan SA meninggal dunia.
Sementara itu, R dan M juga mengalami luka berat. Keduanya masih kritis dan sedang menjalani perawatan di RSUD Syarifah Ambami Rato Ebuh Bangkalan.
Dari kejadian ledakan petasan itu, petugas kepolisian berhasil mengamankan serpihan mercon rakitan dari Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Petugas kepolisian sudah melakukan olah TKP pada hari Sabtu (20/4). Tampak hadir juga di lokasi kejadian Tim Gegana Brimob dari Polda Jawa Timur.
Kasatreskrim Polres Bangkalan, AKP Heru Cahyo Saputro mengatakan bahwa dari hasil olah TKP diamankan sembilan barang bukti berupa selongsong petasan dan satu jari tengah korban SA.
Dilansir dari Radar Madura (JawaPos Group) Heru menyatakan bahwa selongsong yang diamankan sebagai barang bukti itu terbuat dari kertas bekas yang belum diisi bubuk mesiu.
Ia menduga bahan peledak yang memicu terjadinya ledakan mencapai satu kilogram.
“Dugaan sementara bahan petasan yang digunakan kurang lebih satu kilogram. Sebab, di dalam ruangan ledakannya sangat besar,” ujarnya.
Heru juga menambahkan kronologi terjadinya ledakan petasan itu. Menurutnya sebelum terjadi ledakan, tiga korban itu memang sedang merakit petasan di ruang tamu rumah.
Petasan itu sendiri berbahan mesiu yang terdiri dari potasium klorat. Rencananya akan digunakan pada saat pesta pernikahan korban R di hari Minggu (21/4).
“Dugaan sementara, ketiga korban merakit mercon bersama-sama di rumahnya,” kata Heru.
Akibat ledakan petasan itu, satu rumah milik korban rata dengan tanah dan seorang korban yakni SA meninggal dunia. Ketiga korban sama-sama menderita luka bakar di sekujur tubuhnya.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
