
Gelagar dan rangka Jembatan Jongbiru untuk sisi Desa Jongbiru sudah terpasang, sedangkan pemasangan untuk sisi Jabon terhambat pilar yang belum selesai. (FOTO: WAHYU ADJI/JPRK)
JawaPos.com - Pembangunan Jembatan Jongbiru yang awalnya ditargetkan selesai pada Mei diperkirakan akan mengalami kemoloran hingga Juni mendatang.
Cuaca ekstrem yang terjadi beberapa minggu terakhir dan membuat debit air Sungai Brantas naik digadang-gadang sebagai salah satu penghambat penyelesaian proyek tersebut.
"Targetnya kemungkinan molor di bulan Juni untuk penyelesaiannya," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kediri Irwan Chandra Wahyu Purnama seperti dikutip dari Radar Kediri (Jawa Pos Group), Jumat (19/4).
Irwan menyebutkan jika kendala kendala teknis merupakan salah satu faktor utama molornya penyelesaian proyek Jembatan Jongbiru.
Intensitas hujan yang cukup tinggi diketahui membuat debit air sungai Brantas mengalami peningkatan sehingga mengakibatkan terhambatnya pemasangan tiang penyangga jembatan. Yakni untuk sisi Jabon, Banyakan.
Bahkan, menurut Irwan, hingga kemarin pilar jembatan masih belum bisa dipasang karena debit air masih terus tinggi.
Meski diperkirakan akan molor, Irwan menegaskan bahwa pihaknya masih akan terus berupaya untuk mengerjakan penyelesaian proyek pembangunan jembatan tepat waktu.
Apalagi setelah libur lebaran para pekerja sudah mulai aktif lagi bekerja. Selain itu beberapa truk pengangkut material juga sudah terlihat hilir mudik mengangkut material tanah uruk.
Jika pemasangan satu pilar di sisi Jabon, Banyakan terhambat, maka untuk sisi Desa Jongbiru tidak masalah. Bahkan gelagar untuk sisi Jongbiru dan setengah dari rangka jembatan sudah mulai terpasang.
Sedangkan untuk sisi Jabon masih belum terpasang. Padahal idealnya pemasangan gelagar dan rangka jembatan untuk sisi Jabon harus sudah selesai.
Tetapi, dengan belum selesainya pemasangan pilar yang ada di sana membuat pemasangan gelagar dan rangka jembatan juga belum bisa dilakukan.
Untuk diketahui, Jembatan Jongbiru sudah mengalami kerusakan sejak 2017. Kerusakan jembatan tersebut membuat warga Kota dan Kabupaten Kediri harus memutar dan menempuh jarak hingga tiga kilometer.
Selain itu mereka juga memiliki alternatif lain yakni menyeberang menggunakan perahu dengan membayar ongkos untuk penyeberangan.
Proyek pembangunan Jembatan Jongbiru baru mendapatkan kejelasan pada 2022. Di mana saat itu pemerintah pusat berkomitmen untuk mengalokasikan anggaran proyek fisiknya.
Sedangkan untuk Pemkot Kediri sendiri mendapatkan tugas untuk pembebasan tanah untuk pelebaran jalan di Desa Jongbiru.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
