Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 11 Maret 2024 | 02.19 WIB

Jelang Ramadhan, Warga Eks Desa Mindi Porong Lakukan Tradisi Nyekar di Tanggul Lumpur, Begini Alasannya

Warga Porong, Sidoarjo yang sedang melakukan tradisi nyekar jelang Ramadhan di tanggul lumpur.  / M Saiful Rohman/Radar Sidoarjo - Image

Warga Porong, Sidoarjo yang sedang melakukan tradisi nyekar jelang Ramadhan di tanggul lumpur. / M Saiful Rohman/Radar Sidoarjo

JawaPos.com – Beberapa hari menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1445 H di tahun 2024 ini terdapat tradisi yang rutin dilakukan oleh warga Porong, Sidoarjo.

Khususnya warga yang dulunya pernah tinggal di wilayah yang kini terendam lumpur panas, yaitu tradisi nyekar di tanggul lumpur.

Salah seorang warga yang melakukan nyekar di tanggul lumpur bernama Ahmad Syadiq mengatakan bahwa tradisi itu mereka lakukan sejak tahun 2006.

Ia menyebutkan bahwa nyekar di tanggul lumpur merupakan tradisi eks warga Desa Mindi. Meskipun makam sudah terendam oleh lumpur, tetapi doa harus tetap dipanjatkan.

“Nyekar ke makam Desa Mindi di tanggul lumpur sudah menjadi rutinan setiap tahun menjelang bulan Ramadhan,” ujarnya seperti dilansir dari Radar Sidoarjo (JawaPos Group).

Meskipun bentuk fisik makam sudah tidak terlihat lagi akibat terendam lumpur, tetapi baginya doa harus tetap dipanjatkan terhadap anggota keluarganya yang dimakamkan di sana.

“Sejak tenggelamnya Desa Mindi itu, setiap tahun kami rutin nyekar ke sini,” kata dia.

Pada tradisi nyekar tahun ini, ia memanjatkan doa bagi makam kakaknya, buyut, orang tua, dan kakek neneknya. Syadiq yang saat ini tinggal di tempat relokasi Kesambi itu hanya ingin mengenalkan pada anak cucunya, jika di bawah lumpur itu terdapat jasad keluarganya.

Selain Syadiq, eks warga Desa Mindi lain yang melakukan nyekar adalah Muhammad Syafii mengatakan jika dirinya setiap tahun juga rutin melakukan tradisi itu di atas tanggul lumpur.

Dengan alasan bagaimanapun juga di bawah rendaman lumpur itu terdapat makam dari keluarganya.

“Dulu saya warga Desa Mindi aslinya dan makamnya ada di sini,” ucapnya.

Ia mengaku bahwa dirinya selalu datang nyekar dan mengenang orang tuanya yang sudah melahirkan serta membesarkan dirinya di kampung halamannya.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore