Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 21 Februari 2024 | 14.36 WIB

Imbas Belum Kantongi Izin Kemenhub, Penerbangan Umrah dari Bandara Banyuwangi Tertunda dan PPIU Terancam Alami Kerugian

Belum turunnya ijin Kemenhub membuat penerbangan perdana umrah dari Bandara Banyuwangi tertunda (Ramada Kusuma) - Image

Belum turunnya ijin Kemenhub membuat penerbangan perdana umrah dari Bandara Banyuwangi tertunda (Ramada Kusuma)

JawaPos.com – Masyarakat yang berniat akan memanfaatkan Bandara Internasional Banyuwangi untuk penerbangan umrah harus kembali bersabar dan menunggu lagi.

Pasalnya, rencana penerbangan perdana umrah dari Bandara Internasional Banyuwangi itu diketahui belum mengantongi izin dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Padahal, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi bersama dengan pihak - pihak terkait lainnya telah merencanakan penerbangan perdana umrah pada 22 Februari 2024 besok.

Hal ini pun turut berimbas pada agent travel Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) wilayah Sekar Kijang, yang mengaku merugi akibat dari penundaan ini.

Dilansir Radar Banyuwangi (JawaPos Grup), Rabu (21/2), Direktur PT.Berkah Kubah Hijau, H.Ibnul Mubarok mengaku baru mendapatkan surat pemberitahun tentang penjadwalan ulang tersebut pada Senin (19/2).

“Baru sore ini tadi (kemarin sore) saya mendapatkan surat dari Pemkab Banyuwangi, yang isinya bahwa penerbangan perdana dari Terminal Bandara Internasional Banyuwangi akan dilakukan penjadwalan ulang dikarenakan masih dalam proses penyelesaian perizinan di Kementerian Perhubungan,” jelasnya.

Tak pelak pemberitahuan berupa surat yang ditandatangani oleh Assisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Dwi Yanto itu pun membuatnya terkejut.

Sebab, ia mengaku ada 90 jemaah umrah yang sudah bersiap untuk berangkat umrah dari Bandara Internasional Banyuwangi pada tanggal 22 Februari besok.

“Kalau digagalkan tidak mungkin, karena kami juga sudah terlanjur pesan hotel di Makkah dan Madinah Arab Saudi. Kami juga sudah menyiapkan transportasi selama di Tanah Suci. Kalau seperti ini, kami terancam merugi,” terangnya.

Menurutnya, hal itu menjadi beban bagi dirinya sebagai agent travel yang sudah teken nota kesepahaman dalam artian mendukung pelaksaan pemberangkatan umrah dari Bandara Internasional Banyuwangi.

“Kami tentu kecewa, karena sudah kadung koar-koar, sementara kami terancam merugi dengan peristiwa ini. Kami harus secepatnya memesan tiket kembali untuk jemaah umrah kami yang harus diberangkatkan pada hari Kamis (22/2) mendatang ini. Semoga, keajaiban dan pertolongan Allah, dan diberikan kemudahan dan kelancaran,” harapnya.

Disisi lain, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuwangi Dwi Yanto, membenarkan adanya penundaan tersebut.

“Karena itu pemberangkatan umrah belum bisa dilakukan pada Kamis (22/2) dan dilakukan reschedule sampai dengan perizinannya final,” jelas nya.

Setelah mengantongi izin, menurutnya akan segera dilakukan kesepakatan pemberangkatan penumpang. Barulah setelah itu akan dilakukan publikasi penerbangan internasional dan penjualan tiket kepada publik.

Sementara itu, dalam minggu ini ia menyebut tim akan melakukan silaturahmi dan koordinasi terkait percepatan perizinan dimaksud.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore