Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 10 Februari 2024 | 18.40 WIB

Sumur Bor Sumber Air Bersih di Dagangan Madiun Ditutup Kepala Desa, Ini Alasannya

Antrian sumur bor Dagangan Madiun./Radar Madiun - Image

Antrian sumur bor Dagangan Madiun./Radar Madiun

JawaPos.com - Pemerintah Desa Dagangan menanggapi polemik penutupan sumur bor, Desa Dagangan, Kabupaten Madiun.

Salah satu sumber air bersih yang dimanfaatkan oleh warga dagangan dan warga diluar Dagangan Madiun akhirnya ditutup.

Kepala Desa Dagangan Rudi Panca Widadi membeberkan, penutupan sejumlah keran pada sumur bor terjadi sejak 4 Februari.

Dilansir dari Radar Madiun sabtu (10/2), Rudi mengakui langkah pemdes menutup keran dan operasional sumur bor membuat warga sekitar yang memanfaatkan air bersih dari lokasi tersebut kecewa.

Menurutnya, keputusan tersebut dikarenakan ada oknum warga, yang mempermasalahkan pengelolaan fasilitas operasional.

“Jadi ada salah satu warga yang menyurati pemdes mempersoalkan pengelolaan sumur bor itu sejak 2022,” ungkap Kades Dagangan Rudi Panca Widadi.

Surat itu sudah ada enam yang dikirimkan kepada pemdes tersebut. Isi surat tersebut adalah mwnganai status BUMDes Sido Makmur, kepengurusan BUMDes hingga penetapan tarif pengambilan air terhadap warga desa setempat maupun daerah lain.

Bukan cuman menyurati kepala desa, namun ada juga yang langsung menyurati ke DPRD Kabupaten Madiun.

Walaupun tuntutan sudah dipenuhi pada bulan januari, namun kepala desa tersebut masih dilayangkan surat persoalan lainnya.

“Semua sudah kami jawab dan kami jelaskan, bahkan sudah kami tanggapi. Namun kami masih terus disurati hingga terakhir itu Januari lalu minta mediasi tanpa menyebutkan permasalah apa yang akan dibahas,” ucap kepala desa.

“Karena yang dipermasalahkan terkait tarif, jadi sempat per 31 Januari itu kami tidak pungut biaya operasional ke warga yang mengambil air,” tambahnya.

‘’Ternyata esok harinya ada oknum lain yang menyalahgunakan dengan menempatkan kotak untuk menadahi uang yang diberikan warga, sejak itu akhirnya kami putuskan tutup keran air dari lima keran jadi hanya dua keran,” lanjutnya.

Selama ini pendapatan sumur bor dikelola baik oleh kepala desa. Pendapatan tersebut digunakan kepala desa untuk pembangunan dan pengadaan alat penerangan jalan di hampir seluruh jalan desa hingga gang di Desa Dagangan.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore