
Pemkot Surabaya gelar putaran pertama SUB Pekan Imunisasi Nasional (SUB PIN) Polio serentak, Senin (15/1).
JawaPos.com–Kini pemerintah sedang menggalakkan vaksinasi polio, lantaran adanya penemuan tiga kasus polio di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Sebagai informasi polio adalah penyakit menular yang disebabkan virus polio. Virus itu dapat menyebabkan kelumpuhan pada kaki, otot-otot, dan bahkan kematian. Salah satu penyebab meningkatnya polio pada beberapa daerah tersebut yakni rendahnya tingkat vaksinasi.
Untuk itu, pemerintah perlu menyelenggarakan sosialisasi vaksinasi secara masif. Dilansir dari Unairnews, Pakar Komunikasi Kesehatan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (Unair) Dr Liestianingsih Dwi Dayanti Dra MSi menilai upaya pemerintah dalam melakukan sosialisasi vaksin polio sudah cukup baik dan tepat.
”Pemerintah telah mengimbau masyarakat misalnya untuk melakukan imunisasi rutin bagi anak, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta membiasakan kebiasaan BAB (buang air besar) di jamban,” ujar Liestianingsih Dwi Dayanti.
Namun, tidak semua masyarakat memahami pentingnya mencegah virus polio. Padahal Indonesia telah masuk ke dalam status kejadian luar biasa (KLB) polio.
Oleh sebab itu, dosen FISIP itu menuturkan bahwa pencegahan polio tidak cukup dengan sosialisasi kesehatan. Menurut dia, perlu adanya pendekatan lain yakni pendekatan budaya yang lebih dekat.
”Dengan pendekatan ini kita bisa melibatkan tokoh-tokoh masyarakat seperti tokoh agama, tokoh adat, dan lain-lain,” tutur Lies.
Pendekatan kesehatan maupun budaya perlu menyasar seluruh wilayah Indonesia, termasuk wilayah terluar, terdepan, tertinggal (3T).
”Hingga saat ini sosialisasi vaksin polio masih belum merata di seluruh Indonesia. Oleh sebab itu, bisa dimulai dengan pendekatan di sekolah-sekolah. Lalu petugas vaksinasi bisa terjun ke masyarakat layaknya vaksinasi Covid-19,” kata pakar komunikasi Liestianingsih Dwi Dayanti.
Di samping itu, seluruh elemen masyarakat ikut serta menyuarakan urgensi vaksin polio. Termasuk perguruan tinggi juga bisa menjadi salah satu fasilitator untuk mendukung pencegahan polio dengan berbagai pendekatan.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
