Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 6 Januari 2024 | 05.15 WIB

Presiden Jokowi Launching Penyaluran Bantuan Pangan Cadangan Beras Pemerintah di Banyumas

Presiden Joko Widodo lanjutkan launching penyaluran BP CBP di gudang Bulog Klahang dan Banpang, Banyumas. - Image

Presiden Joko Widodo lanjutkan launching penyaluran BP CBP di gudang Bulog Klahang dan Banpang, Banyumas.

Pos Indonesia Distribusikan di Jateng

JawaPos.com–Presiden Joko Widodo melanjutkan launching penyaluran bantuan pangan cadangan beras pemerintah (BP CBP) di gudang Bulog Klahang dan Banpang, Banyumas. Pada penyaluran periode ini, Kabupaten Banyumas mendapat alokasi sebanyak 257.059 penerima bantuan pangan (PBP).

”Ini yang hadir di sini dulu September, Oktober, November, sudah mendapatkan bantuan, ada? Ini kelihatannya tambahan. Yang Januari sudah dapat semuanya? Sudah terima semuanya. Nanti Februari, Maret, dapat lagi. Nanti kalau APBN memungkinkan, April-Juni bisa kita teruskan lagi,” ucap Presiden Jokowi.

Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi menyebutkan, program BP CBP menyasar 22,4 juta PBP.

”Datanya kami dapat dari Kemenko PMK, yaitu Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem. Data ini sudah diverifikasi Kementerian Keuangan, BPKP, dan KPK, sehingga kita anggap paling akurat,” kata Arief.

Jika masih ada warga yang hidup di bawah garis kemiskinan namun namanya belum terdata sebagai PBP, Arief menyarankan untuk mengajukan kepada aparat RT/RW setempat.

Pos Indonesia ditunjuk sebagai mitra pendistribusian BP-BCP di 20 provinsi dengan alokasi 13.415.219 PBP. Setiap penerima bantuan akan mendapatkan 10 kilogram beras setiap bulan.

Direktur Bisnis dan Kurir Logistik Pos Indonesia Tonggo Marbun optimistis penyaluran itu akan berjalan lancar dan tepat waktu.

”Alhamdulillah, kita sudah memulai penyaluran bantuan beras Januari yang langsung di-launching Bapak Presiden di Cilacap kemarin (4/1). Hari ini, di Banyumas dan akan berlanjut di Tegal,” ungkap Tonggo.

Pendistribusian BP CBP oleh Pos Indonesia dilakukan melalui tiga metode. Yakni dibagikan di kantor pos, di komunitas, dan diantarkan langsung ke rumah bagi penerima berusia lansia, disabilitas, maupun sedang sakit.

Dalam penyaluran itu, Pos Indonesia memanfaatkan teknologi digital melalui aplikasi Pos Giro Cash (PGC). Aplikasi ini dilengkapi fitur face recognition dan geotagging. Guna memaksimalkan penyaluran BP CBP saat ini, Pos Indonesia sedang mengintegrasikan aplikasi PGC dengan sistem di Bulog.

”Kita juga ada sistem aplikasi PGC yang dapat dimonitor secara langsung dan real time dashboard-nya. Kami sedang mengintegrasikan dengan sistem di Bulog sehingga pihak Bulog dapat melihat progres secara langsung dan real time proses penyalurannya dan kalau ada masalah bisa segera dieskalasi,” lanjut Tonggo.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore