Sales Branch Manager Pertamina Unit Pemasaran V Depo Kediri Agung Wijaya (2 dari kanan) dan Kepala DLHKP Imam Muttakin menyosialisasikan rencana operasional SPBU Tempurejo.
JawaPos.com – Usai ditutup selama tiga bulan lamanya, SPBU Tempurejo dikabarkan kembali beroperasi.
Mulanya, penutupan SPBU Tempurejo, disebutka telah mencemari sumur-sumur warga di RT 5/II Kelurahan Tempurejo, Kediri, Jawa Timur.
Pengoperasian kembali SPBU Tempurejo diketahui telah berlangsung pada Sabtu (30/12) lalu, perwakilan Pertamina telah menemui warga terdampak dengan tujuan untuk memberi sosialisasi.
Dalam sosialisasi tersebut, pihak SPBU Tempurejo menjelaskan bahwa pembukaan SPBU dilakukan karena berdasar evaluasi sudah dinyatakan memenuhi syarat, serta sudah di izinkan juga.
Kendati datang dengan cara yang baik, hal itu jelas tetap menimbulkan kontroversi, khususnya dari warga yang sumurnya tercemar karena bocornya pipa penyalur BBM pada 14 Agustus lalu.
Pasalnya, masalah pencemaran air sumur di lingkungan tersebut diketahui masih belum selesai. Sehingga, seharusnya pihak SPBU dan Pertamina memprioritaskan lebih dulu terkait penyelesaian pencemaran air sumur itu.
Salah satu warga yang sumurnya tercemar BBM SPBU Pertamina, Sugiyono, mengungkapkan keluh kesahnya terkait pencemaran air sumur kepada pihak SPBU dalam sosialisasi itu.
“Setelah dikasih obat dan disedot (dikuras, red), sumur saya airnya malah berwarna biru. Biru minyak,” tutur Sugiyono, salah satu warga yang sumurnya tercemar BBM, seperti yang dikutip Radar Kediri (JawaPos Grup).
Berdasarkan pantauan Radar Kediri (JawaPos Grup), sumur milik Sugiyono yang berjarak sekitar 100 meter dari SPBU memang belum normal. Hal itu dapat dilihat dari permukaan air yang tertutup lapisan gelembung yang keruh.
Kendati demikian, Sugiyono menegaskan bahwa dirinya tidak mempermasalahkan terkait SPBU Tempurejo yang akan beroperasi kembali. Ia hanya ingin agar pencemaran minyak di belasan sumur warga itu benar-benar dituntaskan terlebih dulu.
Menanggapi keluhan Sugiyono, Sales Branch Manager Pertamina Unit Pemasaran V Depo Kediri Agung Wijaya akan segera menindaklanjuti masukan dari Sugiyono itu.
Sebagai langkah penyelesaian permasalahan tersebut, Agung berjanji bahwa pihaknya bakal melakukan treatment di sumur bor atau pompa milik warga yang terdampak minyak.
Lebih lanjut Agung menjelaskan, sejauh ini baru sumur terbuka saja yang di-treatment dengan metode kimia. “Nanti akan kami koordinasikan dengan pihak SPBU tentang bagaimana realisasinya,” tandasnya.

Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
Sarwendah Dikabarkan Hengkang dari Rumah Cilandak, Begini Komentar Pihak Ruben Onsu
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Menlu Iran Ungkap Dugaan Kebocoran Intelijen di Jantung Kekuasaan, Serangan yang Tewaskan Khamenei Dinilai Sudah Diketahui Musuh
Hotman Paris Sampaikan Permintaan Maaf usai Diduga Hina Wartawan "Lu punya otak enggak sih?"
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Polisi Periksa Saksi dan CCTV, Ungkap Dugaan Penculikan Atlet Golf Putri Indonesia Jesslyn Wijaya
