
Kepala Bapas Kelas 1 Surabaya Rika Apriyanti membaca salah satu surat yang ditulis peserta yang masuk nominasi pemenang lomba menulis surat untuk ibu.
JawaPos.com–Puluhan ibu dengan mengenakan busana nasional berlenggak-lenggok di panggung acara bertajuk Surat untuk Ibu yang digelar Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Jawa Timur.
Dihadiri 40 komunitas perempuan se-Jawa Timur, acara itu digelar untuk memperingati Hari Ibu yang jatuh hari ini, Jumat (22/12). Meskipun sudah tak muda lagi dan bukan seorang model, puluhan ibu itu tampak gemulai dengan busana-busana khas dari berbagai daerah tersebut.
Seolah usia hanya angka, puluhan perempuan itu beraksi dengan memukau di atas panggung. Ada yang pakai ulee balang, yaitu busana adat dari Aceh. Lalu, ada juga yang mengenakan ulos, yang menjadi ciri khas busana adat Sumatera Utara.
Tak ketinggalan, kebaya encim yang menjadi kebanggaan suku Betawi sekaligus jadi baju adat DKI Jakarta, juga tampak dikenakan sejumlah perempuan yang menghadiri acara tersebut. Salah satu peserta fashion show, Nila, memilih untuk mengenakan kabasaran. Yaitu, busana adat dari Minahasa.
”Makna busana ini sangat dalam, yakni kesatria. Seperti peran seorang ibu, juga harus bisa menjadi kesatria dalam keluarga,” ungkap Nila kepada JawaPos.com.
Sementara itu, Ketua FPPI Jawa Timur Yuli Andriyani menuturkan, Hari Ibu diperingati dengan spesial oleh FPPI Jawa Timur karena mempunyai makna yang sangat dalam. Peran seorang ibu maupun perempuan sangat besar. Tak hanya dalam pekerjaan domestik (sebagai ibu rumah tangga), tapi juga memiliki peran di luar yang sangat menentukan.
”Kalau ibunya hebat, keluarganya juga akan hebat,” kata Yuli.
Dia menjelaskan, FPPI Jatim mempunyai sejumlah kegiatan dalam rangka Hari Ibu. Selain fashion show dengan melibatkan puluhan komunitas perempuan di Jatim, FPPI juga menggelar lomba menulis surat untuk ibu.
”Pesertanya sangat spesial. Yaitu saudara-saudara kita yang menjadi klien pemasyarakatan, yaitu mereka yang berada dalam bimbingan Bapas (Balai Pemasyarakatan) Kelas I Surabaya,” ungkap Yuli.
Kepala Bapas Kelas 1 Surabaya Rika Aprianti mengatakan, pihaknya memperingati Hari Ibu dengan cara istimewa. Bapas mengajak klien pemasyarakatan menulis sepucuk surat untuk ibu.
”Kegiatan ini tak sekadar ajakan, namun juga kami lombakan. Total ada 100 klien pemasyarakatan yang mengikuti lomba menulis surat untuk ibu,” ujar Rika Apriyanti.
Mantan Koordinator Humas Ditjen Pemasyarakatan itu menjelaskan, antusiasme itu menunjukkan bahwa pembimbingan lanjutan yang dilakukan pihaknya berhasil. Indikatornya, para klien pemasyarakatan yang merupakan mantan dari warga binaan di lapas dan rutan memiliki sikap empati yang tinggi.
”Melalui lomba ini, kami sekaligus ingin menumbuhkan sikap empati, sehingga para klien pemasyarakatan tidak mengulangi kembali perbuatan melanggar hukum,” terang Rika.
Apalagi, lanjut Rika, surat yang ditulis klien pemasyarakatan itu ditujukan kepada seorang ibu. Yang bisa dipastikan dapat menyentuh hati para klien pemasyarakatan.
”Isi suratnya bagus-bagus dan menyentuh,” ucap Rika.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
