Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 Desember 2023 | 17.26 WIB

Alasan Jalur Pendakian ke Gunung Marapi Tetap Dibuka Meski Berstatus Waspada

STATUS WASPADA: Erupsi Gunung Marapi Minggu (3/12) berdampak hujan abu vulkanis di wialyah Kota Bukittinggi dan beberapa wialyah di Kabupaten Agam. - Image

STATUS WASPADA: Erupsi Gunung Marapi Minggu (3/12) berdampak hujan abu vulkanis di wialyah Kota Bukittinggi dan beberapa wialyah di Kabupaten Agam.

JawaPos.com - Pendaki yang menjadi korban letusan Gunung Marapi di Sumatera Barat (Sumbar) pada Minggu siang (3/12) masih dalam upaya pencarian. Sebagian yang sudah dievakuasi telah dirujuk ke rumah sakit di kota terdekat, yakni di Bukittinggi dan Padang Panjang.

Berdasarkan data yang dihimpun terdapat 75 pendaki yang berada di Gunung Marapi saat terjadinya erupsi. Sebelas orang di antaranya sudah diketahui kondisinya, yaitu meninggal dunia. 26 lainnya masih dalam proses evakuasi penjemputan dari atas ke bawah.

Sebagaimana diketahui, sejak 2011 Gunung Marapi berstatus waspada (level) II. Meski waspada, jalur pendakian tetap dibuka. Para pendaki tetap diperbolehkan naik.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Sumbar Hendra Gunawan membenarkan bahwa Gunung Marapi berada pada level II (waspada) sejak 2011.

Pelaksana Harian (Plh) Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar Dian Indriati mengatakan, alasan tetap dibukanya Gunung Marapi untuk pendakian karena telah mendapat dukungan dari seluruh stakeholder.

Stakeholder itu meliputi Pemkab Agam, Pemkab Tanah Datar, dinas terkait seperti Dinas Pariwisata Provinsi Sumbar, BPBD Tanah Datar, Basarnas, Wali Nagari Batu Palano, Aia Angek dan Koto Baru.

Walaupun diperbolehkan untuk pendakian, BKSDA Sumbar telah memiliki SOP pendakian dengan batasan-batasan tertentu.

Diketahui, pendakian Gunung Marapi dibuka kembali pada 24 Juli 2023 lalu setelah sebelumnya ditutup karena erupsi. Kala itu, Kepala BKSDA Ardi Andono bersama Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy meluncurkan sistem booking online pendakian Gunung Marapi.

Setelah dibuka kembali setelah beberapa bulan, ternyata Gunung Marapi erupsi pada Minggu (3/12) pukul 14.54 WIB melontarkan abu vulkanik setinggi 3.000 meter dari atas puncak.

PVMBG dalam keterangan tertulisnya menyatakan, erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi sementara lebih kurang 4 menit 41 detik.

Rekomendasi dari PVMBG, masyarakat di sekitar Gunung Marapi dan pengunjung atau wisatawan tidak diperbolehkan mendaki Gunung api Marapi pada radius 3 kilometer dari kawah atau puncak.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore