Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 23 Oktober 2023 | 19.05 WIB

Lebih dari 500 Desa di Jatim Mengalami Krisis Air, Ada Daerah yang Droping Dihentikan karena Dana Habis

BANTUAN: Petugas BBD Banyuwangi bersama PUDAM menyalurkan air bersih di Dusun Sillirbaru, Desa Sumberagung, Pesanggrahan, Minggu (22/10). - Image

BANTUAN: Petugas BBD Banyuwangi bersama PUDAM menyalurkan air bersih di Dusun Sillirbaru, Desa Sumberagung, Pesanggrahan, Minggu (22/10).

JawaPos.com – Krisis air imbas kemarau panjang makin merambah ke berbagai wilayah di Jawa Timur. Hingga kemarin, jumlah desa yang kesulitan air bersih terus bertambah.

Tak sedikit warga yang harus rela antre untuk bisa mendapat air bersih. Bahkan, di sejumlah wilayah, warga kini tengah dilanda kebingungan. Selain sumber-sumber air ”menghilang”, bantuan air tidak mudah.

Berdasar data sementara Pemprov Jatim, sudah lebih dari 500 desa yang mengalami krisis air. Menyebar di 26 kabupaten/kota.

Sebagaimana di Banyuwangi. Krisis air tengah melanda di sejumlah wilayah. Salah satunya di Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Sekitar 473 KK di sana kesulitan air imbas sumur-sumur yang mengering. Padahal, per hari kebutuhan air di sana mencapai 12 ribu liter.

BPBD bersama Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Banyuwangi mulai mendistribusikan air ke rumah-rumah warga.

”Sejauh ini, yang sudah kami salurkan baru 8.000 liter per hari,” ujar Ismanto, anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Banyuwangi.

Krisis air juga meluas di Tuban. Berdasar data hingga pekan lalu, ribuan warga di 20 desa di sembilan kecamatan terdampak bencana tersebut. Kini, desa-desa itu mengandalkan bantuan.

Krisis air juga melanda sejumlah daerah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sebagaimana yang tengah dialami 150 KK di Dusun Cemoro Sewu, Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan, Magetan.

Mereka kini tengah mengalami krisis air akibat terbakarnya jaringan pipa air sepanjang 320 meter.

Bencana serupa juga melanda sejumlah wilayah di Pulau Madura. Sebagaimana di Pamekasan. Bahkan, dari perkembangan terakhir, penanganan krisis air di sana cukup sulit.

Sebab, anggaran yang dialokasikan pemerintah daerah setempat untuk distribusi air bersih ke wilayah terdampak sudah habis.

Sementara itu, Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto menjelaskan, upaya penanganan krisis air terus berlangsung. Droping air bersih terus dilakukan. ”Hingga pekan lalu, distribusi air dilakukan di hampir 300 desa,” katanya.

Dia mengimbau pemerintah daerah yang membutuhkan bantuan untuk menetapkan status darurat bencana. Dengan demikian, distribusi air ke wilayah terdampak bisa dilakukan. (hen/sas/abi/zia/tok/bai/han/c12/ris)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore