Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 12 Oktober 2023 | 22.40 WIB

BP2MI Minta Tambahan Kuota Penempatan G to G di Jepang untuk Careworker dan Perawat

Ketua BP2MI Benny Rhamdani saat melakukan kunjungan kerja ke Jepang. (Dok. BP2MI) - Image

Ketua BP2MI Benny Rhamdani saat melakukan kunjungan kerja ke Jepang. (Dok. BP2MI)

JawaPos.com - Ketua Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) melakukan pertemuan dengan JICWELS dan Japan Foundation sebagai stakeholders dalam penempatan Pekerja Migran Indonesia melalui skema Government to Government (G to G) ke Jepang.

Managing Director JICWELS, Mr. Kataoka Yoshikazu, mengatakan penerimaan perawat dan careworker di bawah kerangka IJEPA yang dimulai sejak tahun 2008 ini telah banyak menerima Pekerja Migran Indonesia. Respons para pemberi kerja sangat baik terhadap kinerja Pekerja Migran Indonesia.

“Kami telah menerima berbagai feedback dari instansi medis yang mempekerjakan Pekerja Migran Indonesia bahwa calon perawat dari Indonesia bekerja dengan keras, berani, dan baik hati, sehingga mereka puas dengan kinerja dari Pekerja Migran Indonesia,” ujar Kataoka dari keterangan tertulis yang diterima.

Kataoka juga menjelaskan, pada ujian nasional yang dilakukan pada bulan Maret 2023 ini, tingkat kelulusan untuk Pekerja Migran Indonesia pada jabatan Careworker sebesar 67,3%.

“Angka ini merupakan angka tertinggi di dalam sejarah. Begitu pula dengan tingkat kelulusan pada jabatan nurse juga cukup tinggi,” paparnya.

Kepala BP2MI, Benny Rhamdani mengatakan bahwa dalam kunjungan ini ia membawa beberapa isu penting. Pertama, kata Benny, BP2MI meminta JICWELS untuk melakukan penambahan kuota bagi Pekerja Migran Indonesia di Jepang, khususnya careworker.

Kedua, hal yang menurut Benny perlu dipertimbangkan adalah persyaratan pengalaman dua tahun setelah memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) bagi jabatan Nurse, yang dirasa terlalu berat.

“Mengapa kuota nurse sulit tercapai? Menurut kami karena persyaratan yang cukup sulit dipenuhi oleh calon pekerja migran kami, sehingga mungkin bisa untuk diturunkan persyaratannya,” pinta Benny.

Ketiga, lanjut Benny, BP2MI mengusulkan untuk dipertimbangkan perubahan pola kuota penempatan nurse dan careworker. Jadi, jika kuota nurse tidak dapat terpenuhi, maka calon Pekerja Migran Indonesia dapat mengisinya pda jabatan careworker.

Keempat, mengusulkan perluasan tempat pelatihan bahasa dan lokasi interview test. Seperti diketahui, Indonesia adalah negara kepulauan. Jika pelaksanaan interview hanya di Jakarta, tentu memberikan kesulitan kepada calon Pekerja Migran Indonesia yang berada di luar ibu kota, karena harus mengeluarkan biaya yang tidak kecil.

“Paling tidak ada tiga lokasi baru yang kami usulkan sebagai tempat pelatihan bahasa dan interview test. Ketiga lokasi tersebut mewakili masing-masing region, seperti wilayah barat dilaksanakan di Surabaya, wilayah timur di Manado, dan wilayah tengah di Medan,” jelas Benny.

Merespons usulan BP2MI, International Operations Section I Japan Foundation, Noguchi Yuko, merasa usulan perluasan tempat pelatihan bahasa dan interview test ini agak sulit diubah dalam waktu dekat.

“Apabila jumlah tempat pelatihan diperluas, berarti JICWELS harus meminta Pemerintah Jepang anggaran yang lebih tinggi lagi,” terangnya.

Mereka pun menyarankan Indonesia untuk berdiskusi di tingkat pemerintah. Pada tanggal 20 November 2023, akan diselenggarakan pertemuan dengan Komite EPA. Pihaknya menyarankan pihak Indonesia menjadikan usulan tersebut dijadikan topik pertemuan, sehingga dapat didiskusikan bersama.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore