
Lahan pertanian kekeringan atau kesulitan air irigasi di wilayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Jogjakarta.
JawaPos.com–Petani di Jawa Timur merasakan manfaat positif dari bantuan alat pertanian saat mereka menghadapi dampak kemarau panjang fenomena El Nino. Bantuan tersebut berupa pompa alkon, sebuah mesin diesel yang digunakan petani untuk mengalirkan air ke lahan pertanian.
”Alkon ini hanya ada satu, tapi sangat membantu untuk mengairi lahan pertanian, khususnya pada musim kemarau seperti sekarang ini,” kata Ketua Kelompok Tani (Poktan) Mundusewu, Desa Mundusewu, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Purwadi.
Para petani yang tergabung ke dalam Poktan bersama Purwadi pun ungkapkan rasa syukur dapat bertahan berkat beragam bantuan dari pemerintah.
”Pompa air berupa alkon ini membantu memastikan pasokan air yang memadai ke lahan pertanian milik petani, yang selama ini terdampak kekeringan akibat kemarau panjang,” ujar Purwadi.
Purwadi mengatakan, kelompok tani yang dipimpinnya mencakup sekitar 100 hektare lahan pertanian, milik puluhan petani di Poktan Mundusewu. Sebelum mendapat bantuan alkon dari Kementerian Pertanian (Kementan), petani setempat sempat mengalami gagal panen.
Selain pompa air alkon, Purwadi pun pernah mendapat bantuan ganti rugi dari pemerintah akibat gagal panen. Dengan mengikuti program Asuransi Pertanian. Saat itu, banyak petani yang mendaftarkan lahan pertanian hanya dengan premi sebesar 36 ribu rupiah per hektare.
”Saat itu total ada sekitar 70 hektare lahan milik para petani gagal panen. Akhirnya karena ikut asuransi pertanian, gagal panen itu diganti oleh pemerintah sekitar Rp 6 juta-Rp 7 juta per hektare,” tutur Purwadi.
Purwadi memiliki lahan pertanian seluas 1/2 hektare, yang digunakan untuk menanam padi. Sementara anggota poktan yang dipimpinnya, rata-rata memiliki lahan 1 hingga 4 hektare per orang.
”Biasanya kalau panen raya, produksi padi bisa mencapai 5 ton per hektare. Mudah-mudahan dua bulan lagi hujan turun, sehingga saat panen raya produksinya bisa melimpah,” ucap Purwadi.
Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menuturkan, jenis irigasi yang dikembangkan Kementan adalah irigasi perpompaan dan perpipaan. Tujuan dari kegiatan irigasi perpompaan dan perpipaan adalah memanfaatkan potensi sumber air permukaan sebagai air irigasi bagi komoditas tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan serta budi daya ternak.
”Kami juga terus mendorong para petani untuk terus berupaya menjaga kesehatan hasil tani,” kata Syahrul.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
