Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 29 Agustus 2023 | 19.49 WIB

Kolaborasi Unhas-Taiwan ICDF Ciptakan Bibit Padi Unggul yang Tahan Hama dan Cuaca

Sistem mina padi merupakan kombinasi pertanian yang terintegrasi antara budidaya ikan dan budidaya padi di sawah. Melalui sistem ini, produktivitas sawah diyakini akan meningkatkan produksi, baik dari padi yang dihasilkan maupun hasil panen dari ikan. - Image

Sistem mina padi merupakan kombinasi pertanian yang terintegrasi antara budidaya ikan dan budidaya padi di sawah. Melalui sistem ini, produktivitas sawah diyakini akan meningkatkan produksi, baik dari padi yang dihasilkan maupun hasil panen dari ikan.

JawaPos.com - Varietas padi di Indonesia menjadi daya tarik bagi masyarakat Taiwan. Kebutuhan padi sebagai bahan pokok menjadi dinamika yang harus dipecahkan karena perubahan iklim.

Atas dinamika itu, Taiwan International Cooperation and Development Fund (ICDF) berkolaborasi dengan Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Hasilnya, menciptakan bibit padi yang tahan hama dan cuaca.

Chief of Taiwan Technical Mission ICDF in Indonesia Mr Kao Hsiang Tai mengatakan, kolaborasi itu sebagai respons terhadap tantangan perubahan iklim. Proyek telah membangun stasiun cuaca sederhana di daerah-daerah penting penghasil beras di Sulsel. Dalam proyek ini mengumpulkan data meteorologi dan memberikan panduan pertanian secara real-time untuk mengoptimalkan proses produksi beras.

"Informasi ini sangat berharga untuk merevisi pedoman budidaya padi," ujar Kao Hsiang Tai sebagaimana dilansir Fajar, Selasa (29/8).

Kolaborasi Unhas dengan Taiwan ICDF dalam bentuk "Expanding High-Quality Rice Seed Production in South Sulawesi". Kerja sama itu berlangsung sudah enam tahun. Pada Senin (28/8), hasil kolaborasi itu dikemukakan ke publik di Hotel Mulia, Jakarta.

Adapun fokus kolaborasi Taiwan ICDF dengan Unhas yakni membantu pengembangan organisasi petani dan produksi benih padi di Sulsel. Tujuannya untuk meningkatkan hasil varietas padi unggul. Sehingga meningkatkan produksi dan kualitas beras secara keseluruhan, sekaligus meningkatkan pendapatan produsen benih. Kolaborasi dengan Unhas melibatkan sawah seluas 400 hektare.

"Demonstrasi drone dalam proyek ini telah mengeksplorasi penerapan teknologi modern di bidang pertanian, membuka kemungkinan-kemungkinan baru dalam produksi pertanian," ujar Kao Hsiang Tai.

Sementara itu, Rektor Unhas Jamaluddin Jompa menganggap temuan hasil kolaborasi ini sangat luar biasa berdampak pada sektor pertanian di Indonesia, khususnya di Sulsel.

"Ini adalah hal yang luar biasa, karena kita bukan hanya bicara riset dan pengembangan tapi kita berbicara dengan skala yang lebih besar yaitu 1/3 benih yang ada di Sulawesi Selatan itu diproduksi oleh kerjasama ini. Projek ini juga melibatkan banyak sekali petani yang kemudian menyiapkan benih unggul untuk petani lainnya," ucap Jamaluddin Jompa.

"Kalau dulu mereka hanya menerima benih dari pemerintah atau dari swasta bahkan mereka buat sendiri. Nah, dengan metode baru ini mereka sadar produksi padi itu sangat tergantung dengan kualitas benih yang baik," tambahnya.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang hadir pada acara itu menyebut kolaborasi Unhas-Taiwan ICDF mampu meningkatkan produksi padi secara nasional.

"Kegiatan ini dalam rangka meningkatkan komoditas pertanian kita, khususnya soal perpadian," ujar menteri yang biasa disapa STL itu.

Dia menyebut, keberhasilan unhas bersama Taiwan untuk meningkatkan varietas untuk meningkatkan produksi yang lebih tinggi. Tahan hama dan tahan kekeringan itu menjadi satu yang menjadi bahan riset Unhas bersama Taiwan itu.

Ke depan, SYL berharap Unhas bersama tim Taiwan bakal mengembangkan untuk komoditas lain seperti jagung, kacang-kacangan, cabai. dan sebagainya. "Sebagai menteri saya mendorong itu dapat berjalan baik dengan MoU yang baru, lebih khusus dari Unhas dan Taiwan," pungkasnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore