
Sketsa penampang aliran air tanah di sekitar lokasi kejadian suara ketukan misterius di Dusun Tengah, Desa Moncek Tengah, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep.
JawaPos.com - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyelidiki soal ketukan misterius di di Dusun Tengah Desa Moncek Tengah, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep. Hasil sementara diduga terdapat fenomena water hammer atau palu air.
Plh Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Hermansyah mengatakan, efek palu air terjadi ketika air di dalam tanah mengalami peningkatan tekanan secara tiba-tiba dan menekan udara yang terjebak di dalam tanah.
"Gelombang tekanan tinggi bergerak mundur melalui saluran hingga menimbulkan suara ketukan atau getaran. Hal itu akibat proses penambahan tekanan air yang kemungkinan berasal dari gempa bumi swarm dengan kekuatan relatif kecil," kata Hermansyah seperti dilansir Antara.
Gempa swarm, sebut Hermansyah, adalah serangkaian gempa kecil yang terjadi di suatu area dalam waktu singkat. "Gempa-gempa swarm memang tidak terlalu merusak, namun tetap memicu kekhawatiran jika frekuensinya tinggi, meskipun kekuatannya relatif kecil," imbuhnya.
Dia menjelaskan mekanisme terjadinya ketukan. Saat tekanan air meningkat akibat getaran gempa swarm, maka udara yang terperangkap dalam bidang diskontinuitas juga ikut tertekan. Sehingga, terjadi proses water hammer atau palu air dengan disertai suara ketukan.
"Suara ketukan misterius diperkirakan berasal dari proses water hammer dari sumber getaran gempa swarm dan tidak membahayakan di permukaan tanah," lanjutnya.
Meskipun demikian, Hermansyah memperingatkan bahwa suara ketukan misterius itu bisa mengindikasikan adanya potensi sesar aktif (patahan kerak bumi yang mengalami pergeseran).
"Palu air tersebut bisa mengindikasikan adanya sesar aktif meskipun posisi tepatnya kemungkinan bukan di wilayah Moncek Tengah," pungkas Hermansyah.
Seperti diberitakan sebelumnya, pada 12 Agustus lalu suara ketukan misterius terdengar di wilayah Dusun Tengah Desa Moncek Tengah, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Madura.
Suara itu terdengar dengan durasi cukup lama yaitu mulai sekitar pukul 09.00-11.00 WIB.
Hal tersebut sempat membuat warga panik karena sudah beberapa hari terdengar. Namun setelah sejumlah tim turun antara lain dari BMKG, area dusun tersebut dinyatakan aman dari gempa tektonik.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
