
2 pelaku mutilasi Sleman (kiri) dan korban (kanan). (Istimewa)
JawaPos.com - Keluarga Redho Tri Agustiawan mahasiswa asal Pagkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) benar-benar dibuat tambah terluka. Bagaimana tidak, kronologis yang disampaikan pihak Polda Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) yang menyatakan adanya aktifitas tidak wajar antara korban dengan kedua pelaku.
Hal ini seolah menempatkan korban Redho sama perilaku dan aktifitasnya dengan kedua pelaku. Dan itu dipastikan bertolak dari pengakuan kedua pelaku. ''Kami dari pihak keluarga benar-benar menjadi tambah terluka,'' ujar Abdul Majid paman korban Redho seperti dikutip Babelpos.id (Jawa Pos Grup), Rabu (26/7).
''Ponakan kami tidak mungkin lagi membela diri, tapi kami yakin teman-teman ponakan kami tahu bagaimana aktifitas dan keseharian ponakan kami itu,'' ujar Abdul Majid, paman kandung Redho yang tampak tak mampu menahan tangis.
Menurutnya, selaku pihak keluarga korban, mereka benar-benar tidak terima tuduhan seolah korban Redho itu tidak normal.
Apa yang dikemukakan Abdul Majid ini, bertolak dari pemberitaan beberapa media nasional yang dilansir dari jumpa pers Polda DIJ yang mengungkap kronologis dan motif di balik kasus pembunuhan disertai mutilasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bernama Redho Tri Agustian yang terjadi di Sleman Yogyakarta pada Selasa 11 Juli 2023 lalu.
Kedua pelaku plus korban disebut sempat memeragakan perilaku tak wajar. "Mereka bertiga (kedua pelaku dan korban.red) ini tergabung dalam sebuah komunitas yang mempunyai aktivitas tidak wajar," ujar Direskrim Polda DIY Endriadi tanpa menjelaskan komunitas tersebut.
Menurut Abdul Majid, meski tidak ditegaskan, namun publik tahu maksud pernyataan Direskrim itu kemana arahnya.
''Itu yang kami tidak bisa terima. Itu dijadikan pelaku alasan untuk mencari celah meringankan dia. Tapi kami dari pihak keluarga korban dibuat tambah terluka,'' tukas Abdul Majid kemudian.
Perkembangan kasus ini, tak hanya mengagetkan keluarga korban, tapi juga kalangan teman-teman korban mengaku tak percaya.
"Ga yakin klo korban ikut aktivitas kayak gitu, itu pelaku ngarang aja bilng kalo korban tergabung ke aktivitas kayak gitu, tapi ditolak, gak terima jdl dibunuh, semoga Allah bukakan jalan kebenarannya gak mungkin dek redho ini mau berteman sm org2 kyk mereka," tulis teman Redho.
''Kami minta itu benar-benar diluruskan. Jangan sampai isu itu dijadilkan para pelaku sebagai alasan unt uk mencari keringanan atas kekejian mereka. Kami yakin teman-temannya baik yang mahasiswa, semasa SMA, bahkan di Pramuka tahu siapa Redho itu,'' tegas Abdul Majid.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
