Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 17 Februari 2023 | 06.34 WIB

Lebih dari 10.000 Jiwa Terdampak Banjir di Solo

Banjir melanda sebagian wilayah Kemang Jakarta Selatan - Image

Banjir melanda sebagian wilayah Kemang Jakarta Selatan

JawaPos.com–Lebih dari 10.000 jiwa terdampak banjir di Solo, Jawa Tengah, yang terjadi sejak Kamis (16/2) sore. Sebagian dari mereka sudah berada di pengungsian.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surakarta Nico Agus Putranto mengatakan, hingga pukul 20.30 WIB sebagian warga terdampak banjir sudah berada di pengungsian.

”Ada warga yang bertahan di rumah, ada yang di kantor kelurahan. Yang mengungsi ada warga dari 15 kelurahan,” kata Nico Agus Putranto seperti dilansir dari Antara.

Dia mengatakan, data tersebut hingga saat ini masih terus berkembang. Untuk ketinggian air paling tinggi di kisaran 1,5 meter.

”Itu terjadi di 15 kelurahan, ketinggiannya sekitar satu sampai 1,5 meter,” terang Nico.

Beberapa wilayah yang saat ini terdampak banjir di antaranya Kelurahan Jagalan, Gandekan, Semanggi, Joyosuran, Sangkrah, Kedunglumbu, dan Tanjung Anom Kota.

Nico Agus Putranto mengatakan, untuk dapur umum sudah disediakan di Kelurahan Jagalan dengan diakomodasi Dinas Sosial. ”Untuk penyediaan logistik, ada yang mandiri juga di beberapa kelurahan. Kalau kami masih fokus di evakuasi dan pengungsian,” papar Nico Agus Putranto.

Mengenai antisipasi selanjutnya, dia mengatakan, tetap melihat perkembangan dari Sungai Bengawan Solo. ”Karena ini terkait dengan Bengawan Solo, kalau belum surut tidak bisa apa-apa. Namun kami memberikan informasi ke masyarakat melewati perangkat kelurahan,” tutur Nico Agus Putranto.

Dia menambahkan, tidak menutup kemungkinan wilayah yang terkena banjir akan meluas. Kiriman air dari Boyolali juga berdampak pada meluapnya Sungai Premulung di Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan.

”Boyolali hujan deras, ada kiriman air ke Solo, Pajang ada luapan air. Makanya ini datanya (warga terdampak banjir) bisa berkembang lagi,” terang Nico Agus Putranto.

Sejumlah wilayah di kota Solo terendam banjir akibat hujan yang turun sejak Kamis siang (16/2). Lurah Jagalan Irjanto Yudha Andika mengatakan, saat ini, hampir seluruh wilayah di Kelurahan Jagalan terendam banjir.

”Hampir rata, baru mau koordinasi sama pintu air dulu kalau bisa disedot, kalau tidak ya nunggu,” ucap Irjanto Yudha Andika.

Dia mengatakan, banjir terjadi akibat luapan Sungai Kalisonto di wilayah tersebut. Untuk ketinggian banjir di pemukiman warga sekitar 30-40 cm. ”Baru tadi di jalan hampir setengah meter, biasanya kalau pompa hidup itu langsung hilang,” ujar Irjanto Yudha Andika.

Sementara itu, Lurah Pucangsawit Yosef Fitriyanto mengatakan banjir di wilayah tersebut terjadi di RW 06. ”Untuk jumlah yang terdampak ini baru proses koordinasi, assessment. Hujan baru ini tapi ketinggian air (di Sungai Bengawan Solo) dari semalam sudah tinggi, ada permasalahan di pintu air RW 06,” jelas Yosef Fitriyanto.

Dia menyebut sudah melakukan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. ”Kami minta pompa 2 kapasitas 500 liter, kemudian dari DPUPR juga menambahkan satu pompa. Yang di rumah pompa RW 6 ada 2 kapasitas 500 liter juga,” kata Yosef Fitriyanto.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore