Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 26 Mei 2022 | 04.57 WIB

Menteri PUPR Cek Penanganan Banjir Rob Semarang

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono usai mengecek penanganan banjir rob dan tanggul laut jebol di Kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Rabu (25/5) petang. Wisnu Adhi/Antara - Image

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono usai mengecek penanganan banjir rob dan tanggul laut jebol di Kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Rabu (25/5) petang. Wisnu Adhi/Antara

JawaPos.com–Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengecek penanganan banjir rob dan tanggul laut yang jebol di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (25/5).

Saat tiba di kawasan pelabuhan yang masih tergenang banjir rob, Menteri PUPR dengan menaiki perahu karet langsung meninjau tiga titik tanggul laut yang jebol. Menurut menteri, titik-titik tanggul laut yang jebol harus ditutup dulu, kemudian genangan air dipompa agar bisa surut.

”Setelah itu, material berupa geobox digunakan untuk menutup dengan semipermanen dan hal ini sudah dilakukan di Kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta. Tapi sementara ini karena kita tidak bisa masukkan dari laut karena tidak bisa masuk dari darat dengan sandbag-sandbag kecil,” ujar Basuki Hadimuljono seperti dilansir dari Antara, Rabu (25/5).

Menteri PUPR menyebut, penanganan tanggul laut yang jebol dengan karung pasir harus dilakukan dengan cepat. ”Penutupan dengan karung pasir harus cepat, kalau cuma satu-satu, lima, bablas. Saya minta besok sudah ditutup, pompa sudah kita siapkan, besok (26/5) harus surut (genangan di kawasan pelabuhan),” ujar Basuki Hadimuljono.

Rencana penutupan dua dari tiga titik tanggul laut yang jebol itu akan melibatkan jajaran TNI dari Kodam IV/Diponegoro dan Lanal Semarang.

Banjir rob atau air pasang yang melimpas ke daratan dengan ketinggian 2 meter lebih melanda kawasan pesisir Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (23/5), khususnya daerah di sekitar Pelabuhan Tanjung Emas. Ribuan pekerja dari sejumlah pabrik di kawasan industri Pelabuhan Tanjung Emas menyelamatkan diri dari peristiwa tersebut.

Selain motor dan mobil, ribuan unit mesin jahit serta mesin produksi pada sejumlah pabrik juga terendam banjir rob. Puluhan kontainer atau peti kemas di Pelabuhan Tanjung Emas juga tampak terendam banjir rob yang terjadi bersamaan dengan gelombang tinggi, serta diperparah dengan jebolnya tanggul laut di kawasan pelabuhan.

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Retno Widyaningsih menyebut banjir rob dan gelombang tinggi yang terjadi akibat siklus akhir bulan setelah purnama dan bumi dengan bulan dalam posisi terdekat. Fenomena alam itu juga melanda kawasan pesisir di Kabupaten Rembang, Pati, Demak, Pekalongan, hingga Tegal.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore