
Petugas Basarnas usai mengevakuasi korban penumpang bus pariwisata yang hancur karena menghantam tebing di Jalan Dlingo-Imogiri, Kedungguweng, Wukirsari, Imogiri, Bantul, Minggu (6/2). Diduga kecelakaan akibat rem blong dan sopir tidak menguasai medan (Fo
JawaPos.com – Lokasi kecelakaan bus di Bantul merupakan medan yang cukup sulit. Sebab, berupa jalan menurun dan menikung. Sehingga dibutuhkan sopir yang andal saat melewati jalur Imogiri-Dlingo. Terungkap bahkan dalam sehari, terjadi dua insiden yang melibatkan bus di Bukit Bego tersebut.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Bantul Iptu Maryono menduga sopir bus pariwisata dengan nomor kendaraan AD 1507 EH tersebut tidak menguasai medan. Sehingga mengakibatkan kendaraan yang dikemudikannya mengalami kecelakaan. “Dugaan awal, kurang menguasai medan,” ujar Maryono saat diwawancarai Jawa Pos Radar Jogja (Jawa Pos Group) di TKP.
Untuk itu, petugas akan melakukan penyelidikan. Sebab, TKP merupakan jalanan yang menikung ke bawah, sehingga dibutuhkan keadaan rem yang maksimal. “Sopir juga berusaha menyelamatkan dengan banting ke kanan,” sebutnya.
Selain itu, petugas mengambil speedometer bus untuk mengetahui kecepatan bus saat mengalami kecelakaan. Namun, dugaan awal kecelakaan adalah sopir yang tidak menguasai medan. “Kalau soal rem masih perlu kami dalami lagi, apakah ada yang rusak atau tidak,” tegasnya.
Diketahui, sopir bernama Ferriyanto, 35, merupakan warga Kota Surakarta, Jawa Tengah, dan teridentifikasi meninggal di RS PKU Muhammadiyah Bantul. Sopir membawa rombongan dari Mangunan dan berencana ke Pantai Parangtritis. “Sopir (awalnya dinyatakan selamat, Red) mengalami patah tulang,” bebernya.
Sementara Lia, pemilik warung sekitar Bukit Bego, mengungkap ada dua peristiwa yang melibatkan bus pada Minggu (6/2). Kejadian pertama, bus hampir menabrak warungnya. Namun, bus berhasil dikendalikan oleh sopir. “Nah, setelah itu kok kecelakaan ini,” cetusnya.
Untuk diketahui, bus dalam kondisi ringsek pada bagian depan. Sementara semua kaca pada bagian kanan hancur, akibat menghantam bukit batu ketika mendarat. As roda bus bagian belakang patah.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
