Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 7 Februari 2022 | 17.10 WIB

Kecelakaan Maut di Bantul, Sopir Bus Diduga Belum Kuasai Medan

Petugas Basarnas usai mengevakuasi korban penumpang bus pariwisata yang hancur karena menghantam tebing di Jalan Dlingo-Imogiri, Kedungguweng, Wukirsari, Imogiri, Bantul, Minggu (6/2). Diduga kecelakaan akibat rem blong dan sopir tidak menguasai medan (Fo - Image

Petugas Basarnas usai mengevakuasi korban penumpang bus pariwisata yang hancur karena menghantam tebing di Jalan Dlingo-Imogiri, Kedungguweng, Wukirsari, Imogiri, Bantul, Minggu (6/2). Diduga kecelakaan akibat rem blong dan sopir tidak menguasai medan (Fo

JawaPos.com – Lokasi kecelakaan bus di Bantul merupakan medan yang cukup sulit. Sebab, berupa jalan menurun dan menikung. Sehingga dibutuhkan sopir yang andal saat melewati jalur Imogiri-Dlingo. Terungkap bahkan dalam sehari, terjadi dua insiden yang melibatkan bus di Bukit Bego tersebut.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Bantul Iptu Maryono menduga sopir bus pariwisata dengan nomor kendaraan AD 1507 EH tersebut tidak menguasai medan. Sehingga mengakibatkan kendaraan yang dikemudikannya mengalami kecelakaan. “Dugaan awal, kurang menguasai medan,” ujar Maryono saat diwawancarai Jawa Pos Radar Jogja (Jawa Pos Group) di TKP.

Untuk itu, petugas akan melakukan penyelidikan. Sebab, TKP merupakan jalanan yang menikung ke bawah, sehingga dibutuhkan keadaan rem yang maksimal. “Sopir juga berusaha menyelamatkan dengan banting ke kanan,” sebutnya.

Selain itu, petugas mengambil speedometer bus untuk mengetahui kecepatan bus saat mengalami kecelakaan. Namun, dugaan awal kecelakaan adalah sopir yang tidak menguasai medan. “Kalau soal rem masih perlu kami dalami lagi, apakah ada yang rusak atau tidak,” tegasnya.

Diketahui, sopir bernama Ferriyanto, 35, merupakan warga Kota Surakarta, Jawa Tengah, dan teridentifikasi meninggal di RS PKU Muhammadiyah Bantul. Sopir membawa rombongan dari Mangunan dan berencana ke Pantai Parangtritis. “Sopir (awalnya dinyatakan selamat, Red) mengalami patah tulang,” bebernya.

Sementara Lia, pemilik warung sekitar Bukit Bego, mengungkap ada dua peristiwa yang melibatkan bus pada Minggu (6/2). Kejadian pertama, bus hampir menabrak warungnya. Namun, bus berhasil dikendalikan oleh sopir. “Nah, setelah itu kok kecelakaan ini,” cetusnya.

Untuk diketahui, bus dalam kondisi ringsek pada bagian depan. Sementara semua kaca pada bagian kanan hancur, akibat menghantam bukit batu ketika mendarat. As roda bus bagian belakang patah.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore