
Photo
JawaPos.com - Salah satu tujuan pemerintah Indonesia menerbitkan program Kartu Prakerja adalah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Guna menjawab harapan pemerintah itu, Bencoolen Coffee muncul dengan gagasan Warung Kopi Digital di setiap desa.
Inisiasi ini cocok pula dengan kondisi saat ini karena wabah virus Korona membuat banyak orang sulit keluar jauh dari desa tempat tinggal mereka. Keberadaan Warung Kopi Digital juga diharapkan bisa membantu murid sekolah dengan penyediaan Wifi di warung kopi tersebut.
“Seperti kita tahu di masa pandemi ini banyak terjadi pemutusan hubungan kerja, maka di sinilah kita bisa melatih warga untuk bisa membuka lapangan kerja sendiri, seperti halnya membuka kedai kopi,” ungkap Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah dalam keterangan tertulisnya, Selasa (8/9).
Namanya juga Warung Kopi Digital, maka kedai kopi ini akan dikembangkan untuk PPOB, layanan keuangan digital, QRIS, dan peluang perdagangan ekonomi desa, yang akan meningkatkan sumber pendapatan dan menjadi tempat komunikasi juga koordinasi yang efektik dengan jaringan Wifi bersama.
Dengan begitu, seluruh konsumen dapat melakukan pembayaran transaksi di kedai milik mitra Bencoolen Coffee dengan lebih mudah dan bisa menggunakan pembayaran non tunai. Mitra Bencoolen Coffee sebagai agen QRIS pun akan mendapatkan keuntungan dari setiap transaksi digital QRIS. QRIS bisa menerima pembayaran dari OVO, Dana, Linkaja, atau bahkan beberapa mobile banking yang sudah memiliki QR scanner.
Keberadaan warung kopi digital ini juga ditargetkan bisa membantu desa-desa di Indonesia yang masih sulit dengan akses internet. Sebab Wi-Fi bersama yang ada di Warung Kopi Digital bisa dimanfaatkan oleh murid-murid sekolah yang kehabisan kuota untuk belajar online. Hanya dengan pembelian minuman kopi minimal Rp 10 ribu, konsumen bisa sepuasnya menikmati Wifi bersama tanpa batas waktu.
Pada gelombang 7 Kartu Prakerja, Bencoolen Coffee menargetkan bisa membangun satu Warung Kopi Digital di satu desa. Masyarakat yang ingin mendirikan Warung Kopi Digital ini pun tak perlu gelisah dengan modal usaha yang harus dirogoh karena bisa dimulai dari modal Rp 5 juta saja.
Usaha minuman kopi yang tengah digemari oleh masyarakat luas menjadi salah satu alasan mengapa usaha kopi kekinian akan menjadi pilihan yang paling bagus untuk berwirausaha. Bagi masyarakat yang sudah mendapatkan fasilitas Kartu Prakerja atau yang sedang mengajukan permohonan gelombang 7.
Gelombang 7 Kartu Prakerja dari pemerintah sudah dibuka pada Kamis (3/9). Sama seperti periode sebelumnya, dipastikan akan ada jutaan pelamar pada gelombang 7 Kartu Prakerja, berebut sekitar 800 ribu kuota dari pemerintah untuk kesempatan pengembangan diri gratis.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
