
Bobby Nasution menerima surat rekomendasi dari secara resmi dari Ketua DPD Partai Gerindra Sumut Gus Irawan Pasaribu. (For JawaPos.com)
JawaPos.com - Pilkada Kota Medan mendapat perhatian besar di publik setempat. Pasalnya yang bertarung di kontestasi politik itu adalah Bobby Nasution, menantu Presiden Jokowi. Meski mendapat banyak dukungan parpol, Bobby dipastikan menghadapi rival, bukan kotak kosong.
Sebab, suami Kahiyang Ayu itu menghadapi paslon petahana, Akhyar Nasution, yang diusung Partai Demokrat dan PKS.
Melihat dinamika tersebut, pengamat politik Universitas Medan Area Ara Auza berpendapat, sosok Bobby meski seorang menantu orang nomor satu di negara ini, tapi dia memiliki semangat demokrasi yang sehat. Dia tidak menghadapi kotak kosong di Pilwali Medan.
"Bahkan Bobby sendiri pernah berkata bahwa kotak kosong tidak sehat dalam demokrasi," ujar Ara Auza kepada JawaPos.com, Rabu (26/8).
Menurut Ara, Bobby memiliki komitmen untuk menjaga kualitas demokrasi. Iklim demokrasi sehat terlihat dengan hadirnya kandidat lain. Sepanjang ada kandidat lain sebagai rival, maka kualitas demokrasi di Kota Medan tidak menurun.
Pendapat serupa juga dikemukakan pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sumut Faisal Riza. Dia memuji kedewasaan Bobby dalam berpolitik.
"Saya melihat begini, melawan kotak kosong itu sah secara demokrasi. Namun, legitimasi dukungan rakyat itu penting. Jadi, kalau memungkinkan, kotak kosong tidak terjadi," katanya.
Dengan tidak adanya kotak kosong, maka rakyat mendapat pilihan dan lebih tertarik datang ke tempat pemungutan suara (TPS). Pilkada yang dijalani para kandidat pun lebih tertantang. "Sosok Bobby walau masih muda tapi sudah dewasa dalam berpolitik," lanjut dia.
Sebelumnya pada Sabtu (22/8), Ketua DPD Partai Gerindra Sumut Gus Irawan mengatakan, Bobby mengikuti semua tahapan kontestasi di internal Partai Gerindra. Bahkan ketika wawancara, Bobby menegaskan tidak pro terhadap demokrasi kotak kosong.
Sebagaimana diketahui, di Pilwali Medan 2020, Bobby Nasution berpasangan dengan Aulia Rachman. Pasangan itu menghadapi calon petahana, Akhyar Nasution-Salman Alfarisi.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=6hFrG67vbRg

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
