
Kebijakan PPKM Darurat mengharuskan aktivitas dilakukan pembatasan.
JawaPos.com–Keterbatasan jumlah personel keamanan, Jogoboro, di kawasan wisata Malioboro, Daerah Istimewa Jogjakarta, menjadi salah satu kendala dalam upaya menegakkan protokol kesehatan. Apalagi saat jumlah wisatawan yang berkunjung meningkat signifikan pada libur panjang akhir pekan.
”Jumlah personel yang bertugas tidak memungkinkan kami untuk bisa selalu mobile. Semuanya terkonsentrasi untuk melakukan pengamanan di tiap zona,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro Ekwanto seperti dilansir dari Antara di Jogjakarta.
Menurut dia, personel yang diturunkan di tiap zona sudah sangat disibukkan dengan kewajiban untuk mengukur suhu tubuh pengunjung serta membantu pengunjung yang kesulitan pengisian data saat memindai QR Code yang disiapkan. ”Terus terang, jumlah sumber daya manusia yang kami miliki sangat kurang. Sehingga sulit mengatur pengunjung untuk menerapkan protokol kesehatan,” terang Ekwanto.
Protokol kesehatan yang sulit dipenuhi, lanjut Ekwanto, adalah penerapan jaga jarak karena masih ditemukan sejumlah pengunjung yang berkerumun, serta banyak pengunjung yang tidak mengindahkan aturan mengenai arah jalur untuk pejalan kaki. Jalur pedestrian Jalan Malioboro dibagi dalam lima zona dan sudah diberi tanda arah anak panah. Pengunjung diharapkan mematuhi arah untuk berjalan agar tidak ada pengunjung yang saling berpapasan.
”Pengunjung ke arah selatan diwajibkan berjalan di trotoar sisi timur, sedangkan pengunjung ke arah utara diwajibkan berjalan di trotoar sisi barat,” ujar Ekwanto.
Di tiap zona, lanjut dia, juga dibatasi jumlah pengunjung maksimal 500 orang dalam satu waktu. ”Untuk pembatasan jumlah pengunjung masih bisa diatur. Petugas dibekali radio untuk membantu mengarahkan apabila jumlah pengunjung sudah hampir mencapai batas maksimal,” kata Ekwanto.
Selama libur panjang akhir pekan, petugas Jogoboro mendapat tambahan bantuan personel dari Satpol PP dan Dinas Perhubungan Kota Jogjakarta untuk membantu mengatur pengunjung.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Jogjakarta Heroe Poerwadi mengatakan, akan meminta instansi terkait seperti Satpol PP dan Dinas Perhubungan untuk tetap menerjunkan petugas di kawasan Malioboro.
”Apalagi pada pekan liburan panjang. Tentunya, tambahan petugas sangat dibutuhkan. Jumlahnya lebih banyak dibanding petugas yang diturunkan pekan lalu,” kata Heroe.
Dia menyebut, protokol kesehatan yang sulit dipenuhi adalah munculnya kerumunan dan wisatawan tidak berjalan sesuai arah yang ditetapkan. Karena itu, pihaknya meminta Satpol PP yang nanti ditugaskan di Malioboro membantu mengarahkan orang agar berjalan sesuai arah yang ditetapkan dan petugas Dishub membantu menyeberangkan wisatawan. ”Kami upayakan semaksimal mungkin agar protokol kesehatan tetap diterapkan,” ucap Heroe.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=tc91rv-kwug

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
