Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 13 Maret 2020 | 23.29 WIB

Siapkan Ruang Isolasi Tambahan Antisipasi Korona

emkot Bandung siapkan ruang isolasi tambahan untuk antisipasi wabah virus korona. Humas Pemkot Bandung/Antara - Image

emkot Bandung siapkan ruang isolasi tambahan untuk antisipasi wabah virus korona. Humas Pemkot Bandung/Antara

JawaPos.com–Pemerintah Kota Bandung, Jawa Barat, menyiapkan ruang isolasi tambahan selain di dua rumah sakit rujukan. Hal itu sebagai antisipasi apabila kebutuhan daya tampung pasien suspect virus korona meningkat.

Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana menyebut, ada lima tempat tidur ruang isolasi tambahan yang disiapkan di dua rumah sakit milik pemkot. Yakni RSUD Kota Bandung dan RSKIA Kota Bandung.

”Ini menunjukkan bahwa Kota Bandung siap dan waspada untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19. Tapi kita semua berdoa semoga yang kita siapkan ini tidak perlu digunakan. Artinya, tidak ada yang terpapar,” kata Yana seperti dilansir dari Antara pada Jumat (13/3).

Saat ini, kata Yana, kementerian kesehatan telah menetapkan dua rumah sakit rujukan untuk penanganan Covid-19 di wilayah Kota Bandung. Yakni RSUP Hasan Sadikin Bandung dan RS Paru Rotinsulu. Kapasitas di dua rumah sakit itu masing-masing 5 tempat tidur dan 8 tempat tidur.

”Kalau ternyata yang 13 tempat tidur rujukan itu overload, kita harus siap,” kata Yana.

Selain itu, pihaknya juga terus bersiaga terkait covid-19 dengan menggelar simulasi untuk para petugas kesehatan di 35 rumah sakit se-Kota Bandung di RSKIA Kota Bandung. Simulasi pada Jumat (13/3) itu diikuti hampir 100 orang peserta yang berasal dari 35 rumah sakit se-Kota Bandung dan 8 puskesmas 24 jam di Kota Bandung. Mereka yang hadir adalah koordinator layanan medis dan koordinator layanan unit gawat darurat.

Menurut Yana, simulasi itu merupakan wujud kesiapan Pemkot Bandung dalam menghadapi Covid-19. Dia ingin seluruh fasilitas kesehatan mengetahui protokol yang tepat jika ada pasien terduga mengidap Covid-19 tiba di rumah sakit.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Rita Verita menyatakan, simulasi itu mengacu kepada standar kementerian kesehatan. Ada banyak prasyarat yang harus dipenuhi, sejalan dengan SOP yang telah ditetapkan kementerian. Simulasi tersebut menjadi yang pertama kali dilakukan di Jawa Barat dalam rangka penanganan Covid-19.

”Tidak mudah kita melaksanakan ini, perlu banyak prosedur yang harus ditempuh. Mungkin di Jawa Barat baru kita yang mengadakan simulasi seperti ini,” kata Rita.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=tCx9V-Bhdew

https://www.youtube.com/watch?v=1prJnZBjZtE

https://www.youtube.com/watch?v=4u8F0mZZmLA

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore