
SIAP BERSAING: Pasangan suami istri Mairi dan Surrotul Jannah diapit prajurit anggota TNI dan panitia di panggung utama TPS Pilkades Aeng Sareh. (Imam S Arrizal/RadarMadura.id)
JawaPos.com- Pelaksanaan Pilkades Aeng Sareh, Kecamatan Kota Sampang berbeda dengan daerah lainnya. Sebab, di desa ini, Calon Kepala Desa (Cakades) yang maju merupakan Pasangan Suami Istri (Pasutri). Mairi, cakades incumbent, bersaing dengan sang istri, Surrotul Jannah.
Pengamatan RadarMadura.id, panggung utama di Tempat Pemungutan Suara (TPS) Pilkades Aeng Sareh seolah pelaminan. Sebab, dua kursi yang disiapkan panitia diduduki Mairi dan Surrotul Jannah. Keduanya sama-sama maju untuk mendapat suara rakyat.
Mengapa yang maju suami istri? Tentu semua sudah mafhum. Di desa tersebut tidak ada satu pun warga yang mau maju menandingi Mairi. Cakades incumbent itu satu-satunya yang mendaftar ke Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD).
Tapi, persyaratan tidak memperbolehkan calon tunggal. Akhirnya, dia memajukan istri tercintanya. P2KD membuka pendaftaran. Setelah tahapan kedua, tahapan ketiga, tidak ada yang mendaftar. ”Mungkin tokoh masyarakat masih percaya dengan kami untuk memimpin periode kedua,” katanya.
Tidak ada lawan politik membuat Mairi lebih enjoy. Dia tidak pernah turun untuk mengampanyekan diri. Baginya, siapa pun nanti yang terpilih sama saja. Dia mengaku siap manakala sang istri terpilih sebagai pemenang.
”Tidak apa-apa (istri terpilih), karena itu sudah maunya masyarakat,” jelasnya sembari disambut senyum oleh Surrotul Jannah. ”Apakah nanti saya yang menang, saya siap. Kalah juga siap. Kita bertarung,” tambahnya.
Surrotul Jannah mengakui hanya sebagai calon bayangan. Dia justru mendoakan sang suami kembali memimpin Aeng Sareh. Dia lebih enak mendampingi suami daripada menjadi kepala desa. ”Mudah-mudahan, ke depan bisa lebih baik, lebih amanah memimpin Aeng Sareh,” harapnya.
Ketua P2KD Aeng Sareh Ahmad Muwassak menlai pelaksanaan pilkades berlangsung aman dan damai. Ada 3.609 Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Aeng Sareh. Mereka tersebar di enam dusun. Yakni Dusun Song Osong, Mandangin, Jlanyar, Demongan, Daksan, dan Takong.
Pihaknya menyediakan konsumsi untuk meningkatkan partisipasi warga. Setelah menggunakan hak suara, pemilih diberi nasi kotak. Panitia sudah menyiapkan ribuan nasi di pintu keluar TPS. ”Ini biasa, orang nyoblos dikasih nasi biar semarak,” katanya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
