
Ilustrasi tamu hotel tewas di dalam kamar diduga bunuh diri. (JawaPos.com)
JawaPos.com - Pihak Kepolisian Resort Pesawaran menegaskan kegiatan pendidikan dasar (Diksar) pecinta alam UKM Cakrawala yang mengakibatkan Aga Trias Tahta meninggal dunia tidak mengantongi izin dari Polres Pesawaran. Apalagi, korban diketahui meninggal dengan beberapa luka lebam. Sehingga, polisi masih mendalami kasus kematian calon anggota mapala itu.
“Saat ini Polres Pesawaran sedang mendalami dugaan meninggalnya mahasiswa atas nama Aga tersebut. Memang sudah kita lakukan visum, memang kondisi mayat banyak lebam," kara Kapolres Pesawaran AKBP Popon AS seperti dilansir Radar Lamsel (Jawa Pos Group), Selasas (8/10).
"Ada dua jenis lebam, pertama ada lebam mayat, dan ada lebam yang diduga hasil kekerasan. Tapi itu masih dugaan, kita menunggu hasil visum, intinya saat ini kami betul-betul lagi mendalami kasus ini,”tutur dia.
Bahkan lanjut Popon, selain mengakibatkan salah satu mahasiswa meninggal, dua mahasiswa peserta diksar saat ini masih dirawan intens di Rumah Sakit Bhayangkara dan Rumah Sakit Malahayati. “Satu peserta sudah sadar dan satunya belum, dugaannya hampir sama dengan yang dialami almarhum. Rencananya kasatreskrim akan investigasi lebih lanjut lagi untuk mengumpulkan barang bukti,” ujarnya.
Popon mengatakan pihak penyelenggara maupun panitia tidak membuat surat izin adanya kegiatan tersebut kepada Polres Pesawaran. Dan yang pasti, dari unsur kelalaian pihak pantia sudah bisa ditindaklanjuti.
“Ada unsur kelalaian saja dari panitia sudah bisa kena. Apalagi ada korban. Nah, tadi kita sudah ke rumahnya korban dan pihak keluarga keberatan diotopsi. Kita concen menyelidiki penyebab kematian, kalau ada tindak kekerasan berarti ada unsur tindak pidananya,” jelasnya.
Disinggung apakah pihaknya sudah meminta keterangan terhadap dua mahasiswa lainnya yang saat ini masih di rawat di rumah sakit? Menurutnya, pihaknya belum meminta keterangan terhadap mereka, mengingat kondisi kesehatan yang belum memungkinkan.
“Belum kita interview karena belum sadar. Untuk korban satunya yang baru sadar, mungkin malam ini atau besok, kita tunggu fit dululah,” tandasnya.
Sementara, pihak keluarga almarhun Aga Trias Tahta, 19, mahasiswa jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lampung yang meninggal dunia saat mengikuti pendidikan dasar pencinta alam UKM Cakrawala di Desa Tanjung Agung Telukpandan menuntut keadilan atas peristiwa yang dialami almarhum.
“Kami diinformasikan kabar palsu, bahwa adek saya meninggal akibat terjatuh. Alhamdulilah sekarang mulai terbuka, adek saya meninggal bukan karena musibah terjatuh. Tapi adanya plonco dengan tindak kekerasan . Bahkan saat ini teman-teman satu angkatannya pun masih ada yang belum sadar sampai sekarang. Kami ingin keadilan yang seadil adilnya dan panitia dapat mempertanggjawabkan apa yang mereka kerjakan,” ungkap kakak korban, Gani Dewantara saat dikonfirmasi usai laporan di Mapolres Pesawaran, Senin (30/9).
Menurutnya, pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada pihak kepolisian. Dimana, tidak hanya dirinya yang melaporkan atas pristiwa tersebut, tetapi juga bersama orang tua mahasiswa lainnya yang turut menjadi korbaan dugaan kekerasan.
“Siapa yang melakukan tindak pidana harus dihukum. Saya berharap semua panitia dan peserta dapat dimintai keterangan. Karena kesaksian yang asli dari peserta bukan dari panitia,” ucapnya.
Dijelaskan, meskipun pihak keluarga sudah mengikhlaskan kepergian almarhum, namun tetap persoalan tersebut dapat diungkap secara tuntas oleh pihak kepolisian. “Kami menduga ada tindak kekerasan, karena ada bekas luka bakar disekitar muka. Dan ada bekas luka sabetan di tubuh, serta bagian dengkul yang biru serta bagian perut,” pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
