
Ketua Umum DAD H Agustiar Sabran melepas napak tilas Tumbang Anoi
JawaPos.com - Ratusan rombongan ekspedisi napak tilas Perjanjian Damai Tumbang Anoi siap berangkat menuju Tumbang Anoi Kabupaten Gunung Mas. Rombongan tidak hanya berasal dari Kalteng, namun meliputi Malasysia, Brunai Darussalam, Kaltara, Kaltim, Kalbar, dan Kalsel.
Seluruh peserta membawa peralatan lengkap serta senjata khas daerah masing-masing, terutama mandau. Perjalanan yang akan ditempuh munuju Tumbang Anoi sekitar 6 jam berjalan.
Pelepasan rombongan dilakukan oleh Ketua DAD Kalteng Agustiar Sabran bersama Sekjen MADN Yakobus Kumis serta perwakilan Ormas Dayak lainnya di Kalteng, Minggu (21/7) di Betang Hapakat Palangka Raya.
"Perjalanan ini merupakan perjalanan napak tilas sejarah Dayak Borneo dalam menjaga persatuan dan kesatuan. Dan melihat semangat dayak hari ini merupakan sesuatu yang luar biasa untuk Dayak ke depan," kata Ketua Panitia Dagut Damono.
Sementara Ketua DAD Kalteng Agustiar Sabran mengatakan, melalui napak tilas tersebut Dayak dapat bersatu seutuhnya. Sebab, perjanjian damai Tumbang Anoi merupakan perjanjian sakral seluruh Dayak Borneo agar lebih maju dan bersatu padu.
"Harapan kita tentu melalui napak tilas ini, Dayak benar-benar dapat bersatu, seiring sejalan dalam membangun perdaban Dayak. Dan Dayak juga dapat bersatu memajukan daerah dan melawan pihak-pihak yang ingin mengancurkan Dayak," tegasnya.
Menurut dia, kehadiran Dayak dari seluruh Borneo, bahkan dari Kepulauan Riau dan luar negeri membuktikan Dayak itu kuat dan dapat bersatu. Sebab, Suku Dayak sendiri tidak sedikit jumlah.
"Banyaknya peserta yang ikut napak tilas, bahkan dari seluruh daerah di Indonesia dan luar negeri. Semua itu menunjukkan Dayak ini besar dan dapat bersatu. Karena leluhur Dayak memang menginginkan persatuan dan kesatuan seluruh Dayak di Tanah Borneo," tukasnya.
Senada dengan itu, Sekjen MADN Yakobus Kumis mendukung perjalanan napak tilas Tumbang Anoi. Event itu merupakan kemajuan dan peradaban leluhur Dayak dalam menyatukan suku-suku Dayak seluruh borneo.
"Kami MADN sangat mendukung dan terus memperjuangkan agar anak-anak Dayal dapat bersatu membangun daerah. Kami ingin orang Dayak bermartabat dan tidak jadi penonton di tanahnya sendiri," pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
