
BERDOA: Anggota TNI dan Polri, masyarakat, serta tim SAR gabungan mengevakuasi korban. Selama perjalanan, mereka membaca tahlil. (Sholikhul Huda/Jawa Pos Radar Ijen)
JawaPos.com - Setelah 13 hari dinyatakan hilang, Thoriq Rizki Maulidan yang mendaki Bukit Piramid, Gunung Argopuro akhirnya ditemukan. Titik penemuannya terdapat di tebing dengan kemiringan lebih dari 90 derajat. Karena itu, evakuasi korban membutuhkan waktu lama dan kemampuan khusus pendakian.
Eko Wahyu Prasetyo, anggota Wanadri yang mengevakuasi korban dari jurang, mengatakan bahwa pihaknya memerlukan mountaineering. Sebagian alatnya dibantu dari Yonif Raider 514. Pihaknya bersama anggota Polres Bondowoso dan TNI mendaki Bukit Piramid pukul 05.00. Sebelumnya, saat malam, mereka menginap di pos 2 bukit tersebut dengan ketinggian 1.521 mdpl.
”Kami mengangkat survivor empat jam lebih,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Ijen.
Eko menambahkan, kendala terberat dalam evakuasi itu adalah medan. Sebab, kemiringannya 90 derajat. Jarak ke bawahnya sampai 75 meter. Karena itu, tim membutuhkan waktu empat jam menaikkan korban. Selain itu, dibutuhkan empat orang di bawah dan empat orang di atas. Jika dijumlah dengan persiapan mulai pagi ke lokasi, sedikitnya dibutuhkan waktu enam jam untuk menaikkan jenazah korban.
Menurut dia, korban benar-benar Thoriq. Pertama, wajah korban masih dikenali. Berikutnya, pakaian, sepatu, sampai handphone merupakan atribut yang Thoriq pakai ketika mendaki. Hanya, tas yang katanya dipakai tidak ada saat korban ditemukan. Mungkin tas tersebut terjatuh ke jurang yang lebih dalam.
Ketika ditemukan, korban tersangkut di atas pohon dengan kondisi pinggang terjepit. Walau sudah hilang 13 hari, tubuh korban masih utuh.
Namun, posisinya tetap terjepit di sebuah batang pohon di kedalaman 75 meter dari titik jalur Punggung Naga. ”Saya dua jam di bawah. Begitu saya melihat baju dan pakaian lainnya, saya memastikan itu adalah Thoriq,” ungkap Eko.
Jika dilihat, waktu meninggalnya korban masih sekitar seminggu. Bisa jadi, saat jatuh, korban tidak sadar, tapi organnya masih berfungsi. Sebab, jika korban meningal selama 13 hari, jenazahnya tentu tidak bisa dikenali.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
