Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 27 Juni 2019 | 02.27 WIB

30 Mayat 'Keluar' dari Liang Lahad

Kompleks Pemakaman Tionghoa. Di dalam Gang Bayu di Jalan Stadion Barat Kelurahan Panji, Tenggarong. Dipastikan sebanyak 30 makam ikut tersapu tanah longsor. (Samarinda Pos/JPG) - Image

Kompleks Pemakaman Tionghoa. Di dalam Gang Bayu di Jalan Stadion Barat Kelurahan Panji, Tenggarong. Dipastikan sebanyak 30 makam ikut tersapu tanah longsor. (Samarinda Pos/JPG)

JawaPos.com - Banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah lokasi di Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim), Minggu (9/6) lalu, menimbulkan dampak salah satunya di Kompleks Pemakaman Tionghoa. Di kompleks pemakaman di dalam Gang Bayu di Jalan Stadion Barat Kelurahan Panji, Tenggarong itu, dipastikan sebanyak 30 makam ikut tersapu tanah longsor. Sehingga puluhan mayat 'keluar' dari kuburnya.

"Sejak beberapa hari ini kami melakukan pembenahan di lokasi longsor di Kompleks Kuburan Tiongkoa. Kegiatan bersih-bersih lokasi longsor ini, sekaligus mencari serpihan atau bagian jenazah yang makamnya terdampak longsoran. Tadi anggota kami menemukan bagian jenazah, berupa tulang-belulang serta gigi," jelas Kepala Satpol PP Kukar Fida Hurasani dikutip dari Samarinda Pos (Jawa Pos Group), Rabu (26/6).

Sebuah alat berat jenis excavator dalam kegiatan tersebut. Begitu operator melihat ada bagian jenazah di material longsoran, segera diberitahukan ke petugas. Maka secepatnya anggota Unit Praja Rescue bersama petugas BPBD Kukar, bergerak mengumpulkan sisa-sisa bagian jenazah berupa tulang-belulang.

"Memang rata-rata usia makam di sini sudah tua. Melihat keterangan tertulis pada nisannya berupa salip terbuat dari kayu ulin, tertera jenazahnya dimakamkan sejak 2000 lalu. Tadi juga ditemukan sepasang anting-anting milik jenazah berjenis kelamin perempuan berusia 1 tahun lebih ketika meninggal," ucap Koko, sapaan akrab Kasi Ops Satpol PP Kukar ini.

Sekadar informasi, pembenahan kawasan longsor di pemakaman itu dilakukan sejak pukul 08.00 Wita, Selasa (25/6) kemarin. Sejauh ini dipastikan masih banyak bagian jenazah yang kuburannya terdampak tanah longsor di lokasi itu. Sementara sejumlah makam lain, juga terancam longsor, jenazahnya sudah dipindahkan pihak keluar masing-masing ke lokasi lain.

"Jika melihat kondisi tanah di lokasi ini, dipastikan longsor lagi begitu terjadi hujan deras seperti Sabtu (8/6) sampai Minggu (9/6) dini hari lalu. Karena tanah di sini gembur, mudah disapu air hujan setelah kondisinya kering. Apalagi letaknya di ketinggian cukup curam, jadi mudah longsor," tambahnya.

Seperti diketahui, Minggu (9/6) lalu, terjadi banjir mendadak pada sejumlah pemukiman di Tenggarong. Akibatnya genangan air merendam ratusan rumah warga.

Lokasi terdampak seperti Jalan Tambak Rel, Jalan Durian, Jalan Stadion, Jalan Bougenville, Jalan Pesut, Jalan Danau Murung sampai Jalan Gunung Belah. Tidak hanya banjir, ada juga pohon tumbang serta tanah longsor mendera sejumlah kawasan pemukiman warga di Kota Raja.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore