Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 20 Maret 2019 | 21.37 WIB

Enur Bantah Jadi Pengemis Tajir, Pendapatan Capai Rp 150 Ribu Per Hari

Kakek Enur saat berada di kantor Dinas Sosial Kota Bogor - Image

Kakek Enur saat berada di kantor Dinas Sosial Kota Bogor

JawaPos.com - Seorang pengemis tajir viral di media sosial. Belakangan diketahui sang pengemis bernama Herman alias Enur yang biasa beraksi di Bogor.


Ia pun berhasil diamankan oleh Satpol PP Bogor saat mengemis di simpang Lotte Mart Yasmin sekitar pukul 09.00 WIB, hari ini Rabu (20/3). Usai ditangkap, Enur kemudian diserahkan ke Dinas Sosial (Dinsos) Bogor untuk pendataan.


Di Kantor Dinsos, laki-laki berusia 87 itu membeberkan kehidupanya yang berbeda seperti yang dibicarakan netizen di media sosial. Mulai dari mobil yang ia gunakan dalam foto. Enur menegaskan bahwa mobil itu merupakan sewaan dari tetangganya. Termasuk seorang supirnya. Hal itu dia lakukan karena kakinya tak kuat lagi berjalan jauh akibat sakit yang dideritanya.


“Mobil itu sewa Rp 85 ribu perhari termasuk supir, saya sewa karena tak mampu lagi jalan jauh apalagi bawa kendaraan sendiri,” ujarnya seperti dilansir dari Radar Bogor (Jawa Pos Group), Rabu (20/3).


Ia mengaku penghasilan rata-rata dari mengemis setiap harinya sebesar Rp 150 ribu. Sisa uang sewa, yaitu Rp 70 ribu, untuk menyambung kehidupan sehari-harinya.


Enusr tinggal di Kampung Cisauk RT05/01 Desa Cemplang Kecamatan Cibungbulang bersama seorang anak laki-lakinya dan menantu serta dua orang cucunya.


“Kalau tidak percaya ayo ke rumah saya, ini keadaan saya, jangan sampai di FaceBook itu simpang siur. Orang nggak punya apa-apa kok dibilang milioner, punya mobil. Mobil yang dibawa sebenarnya bukan mobil saya tapi mobil sewa,” tegasnya.


Terkait istri tiga, Enur membenarkan perihal itu. Namun kondisinya kawin cerai sebanyak tiga kali. Saat ini semuanya telah meninggal. “Yang benar itu saya kawin cerai, semuanya sudah meninggal sekarang, yang terakhir 10 tahun lalu, sekarang sendirian,” ungkapnya.


Ia mengaku bahwa anak dan menantu, mengetahui profesinya sebagai seorang pengemis. Namun tak bisa melarang. Sebab penghasilan putra dari istri pertamanya yang bekerja sebagai petugas kebersihan dengan penghasilan Rp 800 ribu.


“Jadi hasil mengemis ini untuk membantu saja. Anak saya tahu saya mengemis. Tetapi mau bagaimana lagi karena memang kebutuhan untuk sehari-hari tidak terpenuhi,” bebernya.


Enur berharap, bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah, sehingga tak lagi mengemis di jalan. Sebab selama ini Enur mengaku belum pernah mendapatkan bantuan baik dari pemerintah daerah maupun desa.


“Saya juga tidak tahu kenapa tidak mendapatkan bantuan. Mungkin karena saya orang tidak punya jadi disisihkan saja. Hanya sembako dapat sebulan sekali, nebus Rp 10 ribu ke RW,” ungkapnya.


Sementara itu, Petugas Sosial Masyarakat (PSM) Dinsos Bogor Sunarti mengungkapkan, akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bogor. Sebab Enur merupakan warga yang memerlukan bantuan dan uluran tangan agar tak lagi kembali mengemis di jalan.


“Dinsos kota akan koordinasi ke Pemkab Bogor. Jadi bapak bisa berubah asal Pemkab peduli dengan keluarganya,” pungkasnya.

Editor: Erna Martiyanti
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore