Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 18 Maret 2019 | 23.16 WIB

Cinta Segitiga Di Balik Video Viral Pembiusan Perempuan di Mangga Dua

Screen shot video pembiusan perempuan di WTC Mangga Dua - Image

Screen shot video pembiusan perempuan di WTC Mangga Dua

JawaPos.com - Video viral di media sosial Instagram soal pembiusan seorang perempuan di  WTC Mangga Dua, Jakarta Utara, menyisakan kisah percintaan. Pasalnya, kejadian pembiusan tidak ada. Melainkan ada intrik cinta segitiga di antara pelaku, korban dan suaminya.


Korban yang diketahui berinisial SDW dan pelaku Y, sebenarnya saling kenal. Video berdurasi sekitar satu menit ini menampilkan seorang perempuan berkaos putih rok hitam tengah berteriak jika dirinya dibius oleh perempuan lainnya yang mengenakan kaos panjang bergaris biru putih.


Beberapa warga pun nampak terlihat mendatangi lokasi kegaduhan itu, dan wanita yang merasa dirinya di bius pun berusaha meminta bantuan warga untuk memanggil petugas keamanan setempat.


Perempuan yang terduga pelaku sempat berjalan ke lorong ruko-ruko WTC Mangga Dua sebelum akhirnya kembali lagi ke tempat dirinya berada sebelumnya, tak berselang lama petugas keamanan pun tiba, dan wanita yang merasa di bius itu pun meminta petugas segera mengamankan terduga pelaku.


Dari keterangan korban dirinya merasa dibius dengan cara dibekap mulut dan mukanya dengan sapu tangan handuk, karena kaget korban teriak dan berhasil melepaskan balapan terduga pelaku hingga mengundang perhatian warga sekitar. Selanjutnya petugas keamanan setempat langsung membawa korban dan pelaku ke Polsek Pademangan, Jakarta Utara.


Kanit Reskrim Polsek Pademangan Jakarta Utara, AKP Made Gede Oka membenarkan aksi kegaduhan yang terjadi di WTC Mangga Dua. Peristiwa itu terjadi pada Jumat (15/3). Akan tetapi, dirinya menyangkal jika aksi yang beredar di media sosial itu merupakan pembiusan maupun pengambilan organ tubuh seperti yang viral di media sosial.


"Jadi informasinya yang berada di media sosial soal pembiusan atau pengambilan organ tubuh itu tidak benar. Yang benar ada kegaduhan tapi buka itu permasalahannya," kata AKP Made Gede, Senin (18/3).


Made tidak menampik jika ada percobaan pembekapan yang dilakukan oleh pelaku namun tidak mengunakan obat bius, seperti yang berada di media sosial.  Permasalah itu timbul adanya cinta segitiga antara pelaku dan korban. Dimana SDW diketahui sudah meningkat, sedangkan Y merupakan pacar dari suami korban. Meski begitu permasalahan itu sudah diselesaikan secara kekeluargaan dan korban tidak membuat laporan atas peristiwa yang dialami.


"Jadi mereka ini saling kenal sebenarnya. Ada cinta segitiga antara korban dan terduga pelaku ini. Dan setelah datang ke kantor korban juga menolak membuat laporan, kami tahu setelah Suaminya ini kita datangkan, dan suaminya ini membenarkan," ujarnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore