
Screen shot video pembiusan perempuan di WTC Mangga Dua
JawaPos.com - Video viral di media sosial Instagram soal pembiusan seorang perempuan di WTC Mangga Dua, Jakarta Utara, menyisakan kisah percintaan. Pasalnya, kejadian pembiusan tidak ada. Melainkan ada intrik cinta segitiga di antara pelaku, korban dan suaminya.
Korban yang diketahui berinisial SDW dan pelaku Y, sebenarnya saling kenal. Video berdurasi sekitar satu menit ini menampilkan seorang perempuan berkaos putih rok hitam tengah berteriak jika dirinya dibius oleh perempuan lainnya yang mengenakan kaos panjang bergaris biru putih.
Beberapa warga pun nampak terlihat mendatangi lokasi kegaduhan itu, dan wanita yang merasa dirinya di bius pun berusaha meminta bantuan warga untuk memanggil petugas keamanan setempat.
Perempuan yang terduga pelaku sempat berjalan ke lorong ruko-ruko WTC Mangga Dua sebelum akhirnya kembali lagi ke tempat dirinya berada sebelumnya, tak berselang lama petugas keamanan pun tiba, dan wanita yang merasa di bius itu pun meminta petugas segera mengamankan terduga pelaku.
Dari keterangan korban dirinya merasa dibius dengan cara dibekap mulut dan mukanya dengan sapu tangan handuk, karena kaget korban teriak dan berhasil melepaskan balapan terduga pelaku hingga mengundang perhatian warga sekitar. Selanjutnya petugas keamanan setempat langsung membawa korban dan pelaku ke Polsek Pademangan, Jakarta Utara.
Kanit Reskrim Polsek Pademangan Jakarta Utara, AKP Made Gede Oka membenarkan aksi kegaduhan yang terjadi di WTC Mangga Dua. Peristiwa itu terjadi pada Jumat (15/3). Akan tetapi, dirinya menyangkal jika aksi yang beredar di media sosial itu merupakan pembiusan maupun pengambilan organ tubuh seperti yang viral di media sosial.
"Jadi informasinya yang berada di media sosial soal pembiusan atau pengambilan organ tubuh itu tidak benar. Yang benar ada kegaduhan tapi buka itu permasalahannya," kata AKP Made Gede, Senin (18/3).
Made tidak menampik jika ada percobaan pembekapan yang dilakukan oleh pelaku namun tidak mengunakan obat bius, seperti yang berada di media sosial. Permasalah itu timbul adanya cinta segitiga antara pelaku dan korban. Dimana SDW diketahui sudah meningkat, sedangkan Y merupakan pacar dari suami korban. Meski begitu permasalahan itu sudah diselesaikan secara kekeluargaan dan korban tidak membuat laporan atas peristiwa yang dialami.
"Jadi mereka ini saling kenal sebenarnya. Ada cinta segitiga antara korban dan terduga pelaku ini. Dan setelah datang ke kantor korban juga menolak membuat laporan, kami tahu setelah Suaminya ini kita datangkan, dan suaminya ini membenarkan," ujarnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
