
DUKA CITA: Siti Sarah sempat dilarikan ke RS Kanujoso Djatiwibowo dalam kondisi mengeluarkan darah di kepala bagian belakangnya. Sore kemarin, sang nenek meregang nyawa.
JawaPos.com - Malang nian nasib yang dialami seorang pemulung lanjut usia, Siti Sarah-akrab dipanggil Meni. Nenek berusia 69 tahun ini juga dikenal sebagai Nenek Kardus.
Pada Rabu (20/2) sekira pukul 22.30 Wita, ia menyeberang di tanjakan Muara Rapak persis di seberang Ramayana usai mengumpulkan kardus di Pasar Rapak. Saat itulah, tiba-tiba angkot trayek nomor 3 melintas dan langsung menabraknya.
Sang nenek yang berjalan dari arah gang kecil menuju ke samping Hotel Mahakam terkapar di jalan dan mengeluarkan darah dari kepala bagian belakang. Sopir angkot bernama Aditya bukannya menolong, malah melarikan diri.
Angkot itu melaju dengan kecepatan sekira 50 km/jam dari arah kilo. Entah apa yang terjadi, sopir tidak mengurangi kecepatannya saat sang nenek tengah menyeberang.
"Angkot itu terus jalan dan tidak mengurangi kecepatannya, padahal ada nenek itu nyeberang. Entah apakah sopir mengantuk atau gimana saya nggak tahu," kata Ramlian, seorang saksi mata, dikutip dari Balikpapan Pos (Jawa Pos Group), Sabtu (23/2).
Nenek Kardus yang tertabrak langsung tersungkur di bibir jalan tak sadarkan diri. Darah mengucur dari kepala bagian belakangnya.
Lantaran panik, sang sopir memilih melarikan diri dan meninggalkan korban tergeletak. Saat itu warga sekitar dan pengendara yang melintas langsung mengejarnya.
Aksi kejar-kejaran sempat terjadi. Angkot berbelok arah masuk ke jalan kecil di belakang SPBG Muara Rapak. Pengejar meneriaki sang sopir hingga akhirnya saat melintas di warung 24 jam belakang SPBG, warga sekitar melempari angkot dengan batu besar ke bagian kaca depan.
"Diteriaki sama dua ojek online yang ngejar. Lalu ada yang ngambil batu besar terus dilemparnya ke kaca depan mobil. Tapi mobil masih aja melaju, dia lewat depan saya aja kencang banget, untung saya menghindar," ungkap Amin, Ketua RT 47 Karang Rejo yang saat itu sedang berkumpul bersama warga di warung.
Akhirnya pengejaran gagal, angkot menghilang menuju arah Gunung Kawi. Beruntung nomor polisi angkot berhasil dilihat warga dan dilaporkan ke polisi.
Tak butuh waktu lama, sekira pukul 07.00 wita, jajaran penyidik lakalantas Satlantas Polres Balikpapan berhasil mengetahui keberadaan pelaku. Aditya bersembunyi di kediamannya di Jalan Soekarno Hatta Km 1,5 RT 50, Kelurahan Muara Rapak, Balikpapan Utara.
Polisi berhasil mendapati angkot yang bagian kaca depannya pecah dan pelaku langsung diringkus. "Angkotnya di sembunyikan di rumahnya, dan dia ada di rumahnya," kata Kanit Laka Ipda L Sirait saat dihubungi kemarin.
Nenek Siti Sarah yang berhasil dilarikan ke RS Kanujoso Djatiwibowo kondisinya masih hidup. Setelah mendapatkan perawatan medis, kesehatan korban menurun sampai akhirnya mengembuskan napas terakhir pada pukul 15.00 wita.
Korban lantas dibawa ke kediamannya di Jalan Sulawesi RT 47 No 37 Gang Buntu, Kelurahan Karang Rejo, Balikpapan Tengah. Sementara itu Kasat Lantas Polres Balikpapan, AKP Noordhianto menyayangkan tindakan sopir yang meninggalkan korban begitu saja.
Padahal apabila sopir langsung membawa korban dan bertanggung jawab secara jantan besar harapan korban dapat tertolong. Untuk itu pelaku ditahan sementara di Mapolres Balikpapan untuk dimintai keterangan sementara angkotnya diamankan sebagai barang bukti.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
