
Uji coba Trans Semarang menggunakan bahan bakar gas.
JawaPos.com - Trans Semarang mulai memanfaatkan bahan bakar compressed natural gas (CNG). Hasilnya, biaya operasional mampu ditekan. Sebulan lebih menggunakan CNG, biaya operasional Trans Semarang lebih hemat Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu per harinya.
Sejak 9 Januari 2019, ada sekitar 72 Trans Semarang yang memakai bahan bakar CNG. Detailnya, 25 unit bus besar dan 47 unit bus medium. Adapun perbandingan bahan bakar yang digunakan, 30 persen solar dan sisanya mengoptimalkan CNG atau gas.
"Hasilnya cukup menjanjikan. Untuk bus medium dengan uji coba per unit jaraknya 16,5 km, kami bisa menghemat sampai Rp 100 ribuan per hari," kata Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang Ade Bhakti, Jumat (22/2).
Sedangkan untuk bus besar dengan pola pengujian yang sama, sanggup menghemat sampai Rp 200 ribuan per hari. “Saat ini memang belum maksimal. Kami juga melakukan proses setting supaya tenaga dan kebutuhannya bisa sinkron,” sambungnya.
BLU Trans Semarang juga tak henti-hentinya melakukan sosialisasi kepada para pengemudi soal Permenhub Nomor 111 Tahun 2015. Yakni, mengenai batas kecepatan armada. Tepatnya batasan kecepatan 30 kilometer per jam untuk pemukiman dan 50 kilometer per jam untuk perkotaan.
“Tingkat konsumsi ini juga tergantung pada gaya (menyetir) pengemudi. Namun rata-rata hasilnya tidak jauh beda. Untuk per 16, 5 kilometer, full solar konsumsinya Rp 28 ribuan. Sejak menggunakan CNG konsumsinya turun menjadi Rp 20 ribuan,” papar Ade.
Saat ini pemasangan CNG masih dilakukan dengan dua skema. Bus ukuran medium memakai dana APBD. Sedangkan untuk bus ukuran besar memanfaatkan pola kerja sama. Sebagian dari Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang dan sisanya bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup Jepang.
Tahun ini, rencananya dilakukan pemasangan CNG untuk seluruh armada dari koridor III dengan jumlah 68 unit. Tahun depan, sisa armada 70 unit yang dikelola pihak ketiga juga sedang dalam proses pengajuan kerja sama bisnis to bisnis oleh Pemerintah Jepang. “Harapan kami semua unit Trans Semarang bisa menggunakan CNG. Sehingga bisa meminimalkan gas buang yang tidak ramah bagi lingkungan,” tandasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
