
TERTUTUP KABUT. Gunung Merapi yang saat ini masih terus bergejolak.
JawaPos.com - Jarak luncur guguran lava pijar Gunung Merapi semakin jauh. Terakhir pada Sabtu (12/1) sekitar pukul 21.16 WIB jarak luncurnya mencapai 1,7 kilometer ke arah hulu Kali Gendol, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ).
"Iya jaraknya semakin jauh," kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogjakarta Hanik Humaida, Minggu (13/1).
Aktivitas Merapi pada Sabtu (12/1) dari pukul 00.00 sampai 24.00 WIB mengalami guguran lava pijar 9 kali. Sebanyak 7 kali ke arah tenggara, dan 2 kali arah timur laut. Karena adanya aktivitas itu, sempat menimbulkan hujan abu di Dusun Setabelan, Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali dan Dusun Babadan, Desa Paten, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
"Guguran lava pijar dominan mengarah ke tenggara, sebagian barat laut ke dalam area kawah," katanya.
Sedangkan untuk aktivitas Merapi pada Minggu (13/1) dari pukul 00.00 sampai 06.00 WIB terjadi 20 kali guguran. Sempat teramati 2 kali ke arah hulu Kali Gendol pada pukul 02.34 WIB dengan jarak luncur 400 meter.
Lanjut Hanik, tingkat aktivitas Merapi saat ini masih di level II atau Waspada. Kegiatan pendakian sementara tidak direkomendasikan, kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian terkait mitigasi bencana.
Kemudian untuk radius 3 kilometer dari puncak supaya dikosongkan dari aktivitas penduduk. Serta untuk masyarakat di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III diharap meningkatkan kewaspadaannya.
"Masyarakat agar tidak terpancing isu-isu mengenai erupsi Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah. Bisa juga menanyakan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Merapi terdekat," ucapnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
15 Kata Cristiano Ronaldo ke Lionel Messi Setelah sang Ayah Meninggal Dunia
Biaya Nany Widjaja untuk Lobi Pembelian Tanah Rp 50 M, Harga Tanah Hanya Rp 30 M
Bentrokan di USS Abraham Lincoln: 7 Prajurit Dilaporkan Tewas di Tengah Perang dengan Iran
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
